Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS, Israel Juga Terlibat

Kamis, 10 April 2025 - 09:39 WIB
loading...
Trump Serius Ancam Iran...
Presiden AS Donald Trump serius dengan ancaman serangan militer terhadap Iran. Dia juga menyebut Israel akan terlibat jika serangan diluncurkan. Foto/Staff Sgt Dwane Young/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serius dengan ancaman serangan militer terhadap Iran. Dia juga menyebut Israel akan terlibat jika serangan tersebut diluncurkan.

Pemimpin Amerika itu mengatakan dia memiliki tenggat waktu tertentu dalam pikirannya untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai program nuklirnya. Dia kemudian mengonfirmasi bahwa dia "benar-benar" mempertimbangkan tindakan militer jika negosiasi tersebut gagal.

Kedua negara akan terlibat dalam pembicaraan di Oman pada hari Sabtu (12/4/2025), yang diprakarsai oleh Trump, untuk mengatasi kekhawatiran atas ambisi nuklir Iran.

Baca Juga: Militer Iran Siaga Tinggi, Peringatkan Negara-negara Arab Tak Dukung AS Serang Teheran

Trump mengeklaim bahwa perundingan tersebut akan bersifat langsung, sementara Teheran bersikeras bahwa perundingan akan tetap tidak langsung, dengan mengatakan bahwa Washington tidak dapat dipercaya.

Ketika ditanya apakah dia mengharapkan "sesuatu yang pasti" akan muncul dari pertemuan tersebut, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu bahwa dia memandang pembicaraan di Oman sebagai awal dari sebuah proses, sambil mengonfirmasi bahwa dia memiliki tenggat waktu tertentu dalam pikirannya.

"Ini adalah awal. Kami punya sedikit waktu, tetapi kami tidak punya banyak waktu. Karena kami tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump.

"Ketika Anda memulai pembicaraan, Anda tahu apakah pembicaraan itu berjalan baik atau tidak. Dan saya akan mengatakan kesimpulannya adalah ketika saya pikir pembicaraan itu tidak berjalan baik. Jadi itu hanya perasaan," paparnya.

Awal minggu ini, Trump memperingatkan Iran tentang "bahaya besar" dan "hari yang sangat buruk" jika negosiasi gagal. Ketika ditanya oleh wartawan apakah itu menandakan keinginan untuk menggunakan kekuatan militer, presiden AS menjelaskan posisinya dengan jelas.

"Oh, jika perlu? Tentu saja!..Dengan Iran, ya, jika itu membutuhkan militer, kami akan memiliki militer...Israel jelas akan sangat terlibat dalam hal itu—mereka akan menjadi pemimpinnya," paparnya, seperti dikutip AFP, Kamis (10/4/2025).

Selama masa jabatan pertamanya, Trump secara sepihak menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015—sebuah perjanjian multinasional yang bertujuan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, dia telah menerapkan kembali kebijakan "tekanan maksimum", menuduh Teheran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan memberlakukan sanksi baru yang menargetkan sektor minyak Iran.

Pada awal Maret, Trump mengungkapkan bahwa dia telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mengusulkan negosiasi ulang.

Dia memperingatkan bahwa jika Teheran menolak tawaran tersebut, negara itu dapat menghadapi serangan militer "yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Iran menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan telah berulang kali mengecam sanksi AS sebagai ilegal dan tidak dapat dibenarkan. Pejabat Iran telah menyatakan bahwa negara itu siap untuk menanggapi setiap agresi dan dilaporkan telah menempatkan militer dalam siaga tinggi.

Berbicara pada upacara Hari Teknologi Nuklir Nasional pada hari Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi akan menyampaikan instruksi Khamenei selama pembicaraan di Oman.

"Seperti yang telah dinyatakan oleh Pemimpin Tertinggi, Republik Islam siap untuk terlibat...tetapi keterlibatan ini harus tidak langsung, bermartabat, dan disertai dengan jaminan yang jelas, karena kami masih belum mempercayai pihak lain," demikian pernyataan siaran pers dari kantor presiden Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved