Mufti Besar Mesir Menolak Fatwa Jihad Melawan Israel, Apa Alasannya?
Rabu, 09 April 2025 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
"Di era kita saat ini, otoritas ini diwujudkan dalam negara dan kepemimpinan politik yang diakui, bukan dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan entitas-entitas atau serikat-serikat yang tidak memiliki otoritas hukum dan tidak mewakili umat Islam baik secara agama maupun dalam praktik," ungkap dia.
Dia menyatakan, "Menyerukan jihad tanpa memperhatikan kemampuan bangsa dan realitas politik, militer, dan ekonominya adalah tindakan tidak bertanggung jawab yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah, yang menyerukan kesiapan, kehati-hatian, dan pertimbangan konsekuensi."
“Alih-alih menyerukan intervensi militer dan jihad, negara-negara Muslim sebaiknya mencoba meredakan ketegangan,” imbuh Ayyad.
Seorang ulama Salafi pro-pemerintah terkemuka Mesir, Yasser Burhami, pekan ini juga menolak fatwa IUMS, dengan mengatakan fatwa itu tidak realistis dan bertentangan dengan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979.
Burhami, kepala gerakan Salafi Mesir, adalah salah satu pendukung utama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan pendukung kudeta tahun 2013 terhadap pendahulunya yang terpilih secara demokratis, Mohamed Morsi.
"Fatwa" adalah putusan hukum Islam yang tidak mengikat dari seorang ulama yang dihormati, biasanya berdasarkan Al-Quran atau Sunnah, ucapan dan praktik Nabi Muhammad.
Ali al-Qaradaghi adalah pemimpin salah satu otoritas keagamaan yang paling dihormati di kawasan itu dan keputusannya sangat penting bagi 1,7 miliar umat Sunni di dunia.
Dia menyatakan, "Menyerukan jihad tanpa memperhatikan kemampuan bangsa dan realitas politik, militer, dan ekonominya adalah tindakan tidak bertanggung jawab yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah, yang menyerukan kesiapan, kehati-hatian, dan pertimbangan konsekuensi."
“Alih-alih menyerukan intervensi militer dan jihad, negara-negara Muslim sebaiknya mencoba meredakan ketegangan,” imbuh Ayyad.
Seorang ulama Salafi pro-pemerintah terkemuka Mesir, Yasser Burhami, pekan ini juga menolak fatwa IUMS, dengan mengatakan fatwa itu tidak realistis dan bertentangan dengan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979.
Burhami, kepala gerakan Salafi Mesir, adalah salah satu pendukung utama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan pendukung kudeta tahun 2013 terhadap pendahulunya yang terpilih secara demokratis, Mohamed Morsi.
"Fatwa" adalah putusan hukum Islam yang tidak mengikat dari seorang ulama yang dihormati, biasanya berdasarkan Al-Quran atau Sunnah, ucapan dan praktik Nabi Muhammad.
Ali al-Qaradaghi adalah pemimpin salah satu otoritas keagamaan yang paling dihormati di kawasan itu dan keputusannya sangat penting bagi 1,7 miliar umat Sunni di dunia.
Lihat Juga :