Elon Musk ingin Trump Batalkan Tarif, Apa Alasannya?

Selasa, 08 April 2025 - 21:31 WIB
loading...
Elon Musk ingin Trump...
Miliarder AS Elon Musk. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Donald Trump, mendesaknya mempertimbangkan kembali keputusannya mengenakan tarif tinggi pada mitra dagang Amerika.

Washington Post melaporkan hal itu pada hari Selasa (8/4/2025). Menurut outlet tersebut, banyak pemimpin bisnis dan teknologi yang mendukung pencalonan Trump juga mengkritik langkah tersebut, menyebutnya terlalu agresif.

Trump mengumumkan tarif baru yang luas pada impor global pekan lalu, termasuk bea masuk sebesar 34% pada barang-barang China.

Sebagai tanggapan, Beijing berjanji membalas dengan tarif yang sama sebesar 34% pada ekspor Amerika, mendorong Trump mengancam tarif baru tambahan sebesar 50%.

Selama akhir pekan, CEO Tesla dan SpaceX Musk yang menjabat sebagai kepala efisiensi pemerintah Trump, melontarkan serangkaian posting media sosial yang mengkritik penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro, arsitek utama strategi tarif agresif presiden.

"Gelar Doktor Ekonomi dari Harvard adalah hal yang buruk, bukan hal yang baik," tulis Musk.

Musk juga dilaporkan menghubungi Trump secara pribadi. Upaya intervensi sejauh ini gagal membuahkan hasil, dua orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Washington Post.

Sebagai pimpinan Tesla, Musk telah lama memandang tarif sebagai hal yang merugikan tujuan perusahaan, mengingat AS dan China berfungsi sebagai basis manufaktur utama dan pasar utama.

Banyak pemimpin bisnis yang mendukung pencalonan Trump juga frustrasi dengan ketidakmampuan mereka memengaruhi kebijakan dan menyarankan tarif dasar 10% yang dikombinasikan dengan negosiasi dengan negara lain sudah cukup, menurut Post.

Orang-orang yang dekat dengan Musk dilaporkan mengajukan permohonan langsung kepada sekutu dalam pemerintahan Trump, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Musk sendiri, yang mengadvokasi apa yang mereka lihat sebagai kebijakan yang lebih rasional dan pro-perdagangan bebas.

Salah satu rekan Musk, investor Joe Lonsdale, memposting di X bahwa ia baru-baru ini mendesak "teman-teman dalam pemerintahan" untuk mempertimbangkan kembali, dengan memperingatkan tarif akan lebih merugikan perusahaan Amerika daripada perusahaan China.

Selama akhir pekan, sekelompok pemimpin bisnis mulai mengorganisasi koalisi informal untuk melobi anggota pemerintahan Trump agar menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih moderat, menurut keterangan dari salah satu orang yang mengetahui upaya tersebut kepada Post.

Trump telah membela tindakannya, dengan menyatakan "terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu," dan berjanji lapangan pekerjaan dan investasi akan kembali ke Amerika Serikat, sehingga menjadikannya "semakin kaya seperti sebelumnya."

Baca juga: Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Berita Terkini
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved