10 Alasan Rusia Tidak Mungkin Kalah Melawan Ukraina

Senin, 07 April 2025 - 18:00 WIB
loading...
A A A

8. Perang Informasi dan Propaganda


Rusia memiliki jaringan propaganda dan perang informasi yang kuat, baik secara domestik maupun internasional.

Melalui berbagai media dan saluran diplomatik, Rusia berusaha memengaruhi opini publik di negara-negara Barat dan Global South.

Membingkai konflik sebagai perlawanan terhadap hegemoni Barat.

Mengangkat isu-isu seperti rusaknya moral Barat, dekadensi, dan anti-Rusia sebagai wacana global.

9. Kelelahan dan Keterbatasan Barat


Bantuan Barat, terutama dari AS, bukan tanpa batas. Faktor-faktor berikut memperkuat posisi Rusia: Munculnya suara-suara kontra-bantuan dalam politik AS dan Eropa, Krisis ekonomi dan sosial di negara-negara Barat, Pemilu di AS dan negara-negara Eropa yang dapat mengubah kebijakan luar negeri.

Rusia hanya perlu bertahan cukup lama hingga dukungan terhadap Ukraina melemah dengan sendirinya.

10. Pengalaman Perang dan Mentalitas Bertahan


Rusia sebagai negara pewaris Uni Soviet memiliki sejarah panjang dalam menghadapi invasi dan konflik besar.

Pengalaman dari Perang Dunia II ("Patriotic War") telah menjadi bagian dari identitas nasional Rusia.

Semangat bertahan hidup: Bangsa Rusia memiliki sejarah kelam bertahan dari invasi Napoleon, Nazi Jerman, dan embargo ekonomi.

Mentalitas "semua dikorbankan demi tanah air": Ini membuat mereka cenderung tidak menyerah atau mengakui kekalahan, bahkan ketika dalam posisi sulit.

Secara ringkas, berbagai alasan yang membuat Rusia sangat sulit dikalahkan dalam konflik melawan Ukraina mencakup: Kekuatan militer dan senjata nuklir, Kontrol politik dan dukungan domestik, Ketahanan ekonomi berbasis sumber daya alam, Dukungan global dari negara-negara non-Barat, Strategi perang jangka panjang dan logistik yang solid, Kemampuan dalam propaganda dan perang informasi, Mentalitas nasional dan pengalaman historis.

Namun, ini tidak berarti Rusia akan menang secara mutlak atau tanpa kerugian. Perang adalah permainan kompleks dan penuh variabel.

Ukraina juga menunjukkan perlawanan heroik yang tak terduga dan berhasil menarik dukungan global secara besar-besaran.

Tapi jika pertanyaannya adalah apakah Rusia "mungkin kalah secara total", maka jawabannya: sangat kecil kemungkinannya selama semua faktor di atas masih berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga: Katanya Demokratis, 12.000 Warga Inggris Ditangkap Tiap Tahun Akibat Postingan Medsos
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
Berita Terkini
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved