Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London

Minggu, 06 April 2025 - 19:23 WIB
loading...
Demo Menentang Trump...
Para pengunjuk rasa bersorak selama protes Hands Off di luar Ohio Statehouse pada hari Sabtu, 5 April 2025, di Columbus, Ohio. Foto/Samantha Madar/Columbus Dispatch
A A A
BERLIN - Unjuk rasa besar-besaran menentang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak hanya terjadi di dalam negeri, tapi juga di penjuru dunia.

Di seluruh dunia, para ekspatriat AS dan pendukung lokal berkumpul di kota-kota termasuk Berlin, Frankfurt, Paris, dan London.

Di Paris, sekitar 200 demonstran, sebagian besar warga Amerika, berkumpul di Place de la Republique, memajang spanduk dengan pesan-pesan seperti "Lawan Tiran," "Aturan Hukum," dan "Feminis untuk Kebebasan, bukan Fasisme."

Timothy Kautz, juru bicara Democrats Abroad, menekankan pentingnya solidaritas global. "Kita harus menunjukkan solidaritas dengan semua demonstrasi di seribu kota hari ini di AS," ujar dia kepada Reuters.

Ezra Levin, salah satu pendiri Indivisible, salah satu kelompok penyelenggara, berbicara kepada Reuters mengatakan, "Ini adalah demonstrasi besar-besaran yang mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada Musk dan Trump serta anggota Kongres dari Partai Republik dan semua sekutu MAGA yang mendukung bahwa kita tidak ingin mereka campur tangan dalam demokrasi kita, komunitas kita, sekolah kita, teman-teman kita, dan tetangga kita."

Gedung Putih telah membela tindakan pemerintahan Trump.

Asisten sekretaris pers Liz Huston menyatakan, “Posisi Presiden Trump jelas: Ia akan selalu melindungi Jaminan Sosial, Medicare, dan Medicaid bagi penerima manfaat yang memenuhi syarat. Sementara itu, sikap Demokrat adalah memberikan manfaat Jaminan Sosial, Medicaid, dan Medicare kepada imigran ilegal, yang akan membuat program-program ini bangkrut dan menghancurkan para manula Amerika.”

Kelompok-kelompok pro-Palestina juga berpartisipasi dalam demonstrasi di Washington, memprotes dukungan pemerintah AS terhadap aksi militer Israel yang kembali dilakukan di Gaza dan tindakan keras terhadap protes di kampus-kampus.

Puluhan ribu penentang Presiden AS Donald Trump dan penasihatnya, miliarder Elon Musk, telah bergabung dalam unjuk rasa di seluruh Amerika Serikat untuk memprotes tindakan pemerintah dalam merombak pemerintahan dan memperluas kewenangan presiden.

Lebih dari 1.200 unjuk rasa “Hands Off” digelar pada hari Sabtu (5/4/2025), dengan penyelenggara mengantisipasi mobilisasi terbesar dalam satu hari yang menentang inisiatif pemerintah baru-baru ini.

Lokasi protes termasuk National Mall di Washington, DC, dan lokasi-lokasi di seluruh 50 negara bagian AS. Penyelenggara memperkirakan lebih dari 250.000 orang berpartisipasi di seluruh negeri.

Melaporkan dari Washington, DC, Mike Hanna dari Al Jazeera mengatakan massa di sana menyuarakan ketidakpuasan mereka atas tindakan eksekutif yang luas dari pemerintah dan restrukturisasi yang dipimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) milik Elon Musk.

Reformasi tersebut telah mengakibatkan penghapusan lebih dari 200.000 tenaga kerja federal dan pengurangan tunjangan yang signifikan, khususnya dalam Internal Revenue Service dan Social Security Administration.

"Ini adalah salah satu demonstrasi terbesar yang pernah kita lihat sejak Trump memulai masa jabatan keduanya, dan ini mungkin menunjukkan meningkatnya rasa frustrasi di kalangan warga Amerika," tegas Hanna, yang juga mencatat komposisi pengunjuk rasa yang beragam, yang mencakup berbagai kelompok usia.

"Penyelenggara protes mengatakan ini tidak akan mengarah pada perubahan langsung, tetapi ini adalah momen penting untuk menunjukkan banyak warga Amerika menentang apa yang diperjuangkan Donald Trump," ungkap Hanna.

Baca juga: Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved