Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
Minggu, 06 April 2025 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka harus menjauhkan tangan mereka dari Jaminan Sosial kita," ungkap Archer Moran dari Port St. Lucie, Florida.
"Daftar hal-hal yang harus mereka hindari terlalu panjang," ujar Moran. "Dan sungguh mengherankan betapa cepatnya protes ini terjadi sejak ia menjabat."
Presiden bermain golf di Florida pada hari Sabtu dan berencana melakukannya lagi pada hari Minggu, menurut Gedung Putih.
Para aktivis telah menggelar demonstrasi nasional terhadap Trump dan Musk beberapa kali sejak Trump kembali menjabat.
Namun, sebelum Sabtu, gerakan oposisi belum menghasilkan mobilisasi massa seperti Women’s March pada tahun 2017, yang membawa ribuan perempuan ke Washington setelah pelantikan pertama Trump, atau demonstrasi Black Lives Matter yang meletus di beberapa kota setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis pada tahun 2020.
Di Charlotte, North Carolina, para pengunjuk rasa mengatakan mereka mendukung berbagai tujuan, mulai dari Jaminan Sosial dan pendidikan hingga imigrasi dan hak reproduksi perempuan.
“Terlepas dari partai Anda, terlepas dari siapa yang Anda pilih, apa yang terjadi hari ini, apa yang terjadi hari ini sangat menjijikkan,” ungkap Britt Castillo, 35, dari Charlotte.
Dia mengatakan, “Ini menjijikkan, dan betapapun rusaknya sistem kita saat ini, cara pemerintah saat ini berusaha memperbaiki keadaan, bukan seperti itu cara yang tepat untuk melakukannya. Mereka tidak mendengarkan rakyat.”
Baca juga: Brigade Al-Qassam Merilis Video Tahanan Israel: Waktu Hampir Habis
"Daftar hal-hal yang harus mereka hindari terlalu panjang," ujar Moran. "Dan sungguh mengherankan betapa cepatnya protes ini terjadi sejak ia menjabat."
Presiden bermain golf di Florida pada hari Sabtu dan berencana melakukannya lagi pada hari Minggu, menurut Gedung Putih.
Para aktivis telah menggelar demonstrasi nasional terhadap Trump dan Musk beberapa kali sejak Trump kembali menjabat.
Namun, sebelum Sabtu, gerakan oposisi belum menghasilkan mobilisasi massa seperti Women’s March pada tahun 2017, yang membawa ribuan perempuan ke Washington setelah pelantikan pertama Trump, atau demonstrasi Black Lives Matter yang meletus di beberapa kota setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis pada tahun 2020.
Di Charlotte, North Carolina, para pengunjuk rasa mengatakan mereka mendukung berbagai tujuan, mulai dari Jaminan Sosial dan pendidikan hingga imigrasi dan hak reproduksi perempuan.
“Terlepas dari partai Anda, terlepas dari siapa yang Anda pilih, apa yang terjadi hari ini, apa yang terjadi hari ini sangat menjijikkan,” ungkap Britt Castillo, 35, dari Charlotte.
Dia mengatakan, “Ini menjijikkan, dan betapapun rusaknya sistem kita saat ini, cara pemerintah saat ini berusaha memperbaiki keadaan, bukan seperti itu cara yang tepat untuk melakukannya. Mereka tidak mendengarkan rakyat.”
Baca juga: Brigade Al-Qassam Merilis Video Tahanan Israel: Waktu Hampir Habis
(sya)
Lihat Juga :