4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi

Jum'at, 04 April 2025 - 19:30 WIB
loading...
4 Negara Islam yang...
Donald Trump memberlakukan tarif impor yang tinggi kepada banyak negara Muslim. Foto/X/@WhiteHouse
A A A
WASHINGTON - Terdapat sejumlah negara Islam yang terdampak tarif impor AS terbesar. Salah satu di antaranya pernah diinvasi wilayahnya pada 2003 silam.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mengumumkan serangkaian kebijakan baru mengenai tarif impor. Disebutnya sebagai ‘reciprocal tariffs’ atau tarif timbal balik, Trump menyebut tarif baru itu bakal memungkinkan negaranya untuk berkembang pesat secara ekonomi.

Selain itu, Trump juga percaya bahwa kebijakan tarif impor diperlukan untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang selama ini diterima AS. Hal ini semakin memperkuat indikasi bahwa dirinya masih menggencarkan konsep yang dikenal dengan ‘America First’.

Melihat daftar negara beserta tarif impor yang dibebankan, ada sebagian di antaranya berisi nama-nama negara Islam. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa yang paling besar terkena tarifnya.

Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar

1. Suriah

Pada daftar yang dirilis Gedung Putih, Suriah tercatat sebagai negara Islam yang terkena tarif impor terbesar berdasarkan kebijakan baru Donald Trump. Angkanya mencapai 41 persen.

Melansir WSJ, angka tersebut terbilang besar meski perdagangan langsung antara Amerika Serikat dan Suriah sebenarnya cukup minimal. Data impor AS dari Suriah tahun lalu diketahui hanya mencapai $11 juta.

Sebagian di antaranya terdiri dari produk pertanian dan barang antik. Sebelum menetapkan tarif impor tinggi, sanksi AS juga telah membatasi hubungan ekonomi dengan Suriah, termasuk tidak adanya hubungan perbankan.

Nah, penambahan tarif impor baru-baru ini diperkirakan dapat menghambat upaya Suriah yang sedang berjuang memulihkan ekonominya setelah lebih dari satu dekade dilanda perang saudara dan penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember lalu.

Lebih jauh, pengenaan tarif impor besar tampaknya ikut menjadi bagian dari pendekatan luas pemerintahan Trump untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan global dan menekan negara-negara yang dianggap memiliki praktik perdagangan tidak adil atau dianggap bermasalah dengan AS.

Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot

2. Irak

Berikutnya ada Irak. Melihat ke belakang, negara ini memiliki riwayat konflik dengan Amerika Serikat, termasuk saat wilayahnya diinvasi pada 2003 silam.

Pemerintah Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 39% untuk Irak. Hal ini berlaku berbagai barang, kecuali minyak mentah yang dikecualikan dari tarif tersebut.

Meski tarif itu cukup tinggi, pejabat Irak memperkirakan dampaknya terhadap perekonomian negara akan terbatas. Kondisi ini disebabkan oleh surplus perdagangan yang dimiliki Irak dengan AS dan peningkatan penjualan minyak ke AS yang telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti dijelaskan di atas, ekspor minyak mentah Irak ke AS juga tidak terpengaruh oleh kebijakan baru Trump. Alhasil, sektor energi tetap menjadi andalan dalam hubungan perdagangan kedua negara.

3. Aljazair

Selain Timur Tengah, negara Islam di kawasan Afrika Utara seperti Aljazair juga mendapat tarif impor cukup besar. Negara ini dibebankan tarif impor sebesar 30 persen oleh pemerintahan Donald Trump di AS.

Mengutip MoroccoWorldNews, besaran itu kemungkinan didasarkan pada penilaian bahwa Aljazair mengenakan tarif rata-rata 59% pada produk asal AS. Jadi, langkah ini bisa disebut sebagai pembalasan terhadap praktik perdagangan tidak adil terhadap AS.

Menanggapi itu, Aljazair belum memberi reaksi apa pun. Namun, langkah Trump juga dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif terhadap hubungan di antara kedua negara.

4. Pakistan

Lanjut, ada Pakistan. Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan tarif impor sebesar 29 persen terhadap produk-produk asal Pakistan.

Keputusan ini diambil karena AS menilai bahwa Pakistan selama ini mengenakan tarif rata-rata yang cukup besar pada produk asal AS, yakni mencapai 58 persen. Alhasil, Trump membalasnya dengan memberlakukan tarif setengah dari angka tersebut sebagai tindakan resiprokal.

Melihat hubungan keduanya, AS menjadi salah satu mitra dagang terbesar bagi Pakistan. Perkiraan total perdagangan bilateral kedua negara mencapai $7,3 miliar pada 2024.

Selain itu, ekspor AS ke Pakistan juga meningkat 4,4 persen menjadi $2,1 miliar, sementara impor dari Pakistan naik 4,9 persen menjadi $5,1 miliar. Para analis memperkirakan bahwa tarif baru ini akan menimbulkan tantangan langsung bagi perekonomian Pakistan, mengingat hampir seperlima dari ekspor negara tersebut ditujukan ke AS.

Sebaliknya, ada pula yang melihat potensi peluang jangka panjang bagi Pakistan untuk mendiversifikasi pasar ekspornya dan meningkatkan daya saing produk-produknya di pasar global.

Itulah beberapa negara Islam yang terdampak tarif impor AS terbesar.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved