4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah

Rabu, 02 April 2025 - 16:31 WIB
loading...
4 Negara Mayoritas Islam...
Rakyat Palestina merayakan Idulfitri dalam kondisi perang. Foto/X/@Muslim
A A A
GAZA - Negara mayoritas Islam rayakan Lebaran dalam kondisi berperang di tahun 2025 akan dibahas dalam artikel ini. Idulfitri seharusnya menjadi waktu yang aman dan damai bagi setiap umat muslim di dunia, namun di beberapa negara, momen lebaran ini justru harus dihiasi dengan suasana perang mencekam.

Banyak umat Islam di daerah konflik tetap berusaha merayakan Idulfitri meski dalam kondisi yang jauh dari kata ideal. Banyak yang harus menjalani hari kemenangan ini di pengungsian, di tengah reruntuhan bangunan, atau bahkan dalam ketakutan akan serangan yang terus berlangsung.

4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang

1. Palestina

Israel kembali melancarkan serangannya ke Palestina setelah diberlakukannya gencatan senjata pada akhir tahun 2024 lalu. Hal ini membuat warga Gaza yang baru saja pulang dari tempat pengungsian harus kembali tempat tersebut selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Dilansir dari Al Jazeera, warga Palestina harus kembali mengungsi ke Rafah setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza Selatan pada 31 Maret 2025.

Serangan yang dilancarkan Israel ke Gaza menjelang Idul Fitri sendiri tercatat telah menewaskan puluhan orang. Israel berdalih jika serangan tersebut dilakukan untuk memberantas para pejuang Hamas yang masih berkeliaran.

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyebut meningkatnya serangan Israel terhadap Gaza sebagai “salah satu masa tergelap bagi kemanusiaan kita bersama”.

Bersamaan dengan serangan ini, Presiden AS Donald Trump juga memberi ancaman untuk Houthi di Yaman bahwa “penderitaan sesungguhnya belum datang” jika mereka tidak menghentikan serangan terhadap pengiriman barang.

Baca Juga: Siapa Uday Rabie? Warga Palestina yang Berani Mendemo Hamas hingga Diculik serta Disiksa hingga Tewas

2. Libya

Negara yang terletak di Afrika Utara ini telah lama menghadapi perang saudara yang masih berkecamuk. Menurut Laporan Human Right Watch, perpecahan mendalam terus berlanjut antara partai-partai di Libya sementara situasi ekonomi yang rapuh menghambat upaya untuk mencapai penyelesaian politik.

Terdapat dua otoritas yang bersaing di wilayah timur dan barat untuk mendapatkan legitimasi dan kendali, sementara kelompok bersenjata dan milisi yang berafiliasi beroperasi tanpa hukuman, meningkatkan penindasan terhadap kelompok sipil dan menindak kebebasan berbicara.

Meskipun kondisi di Libya saat Idul Fitri memang tidak separah apa yang terjadi di Israel, para warga sipil pastinya masih merasa terancam karena kondisi sosial, ekonomi dan politik yang masih belum stabil.

3. Yaman

Perang saudara di Yaman yang telah dimulai sejak tahun 2014 sampai saat ini memang belum menemui titik akhir. Telah banyak cara yang ditempuh untuk meredakan konflik yang terjadi antara pihak Houthi dengan pemerintah Yaman ini, namun belum ada yang berhasil.

Terbaru pada Februari 2025, Dewan Keamanan akan mengadakan pengarahan dan konsultasi bulanan mengenai Yaman. Pertemuan tersebut diharapkan akan memberikan pengarahan menurut situs Security Council Report.

Situasi di Yaman sendiri masih belum menentu, terlebih setelah gencatan senjata antara Hamas dengan Israel. Selama konflik yang melibatkan dua wilayah itu, Houthi dikenal akan perannya yang menjarah berbagai kapal di Laut Merah yang berhubungan dengan Israel.

4. Suriah

Negara mayoritas Islam merayakan Lebaran dalam kondisi berperang di tahun 2025 yang terakhir adalah Suriah. Pemerintah Suriah mengatakan telah mengakhiri operasi di provinsi pesisir Latakia dan Tartous setelah empat hari pertempuran antara pasukan keamanan dan pejuang bersenjata pro-Assad pada pertengahan Maret 2025.

Kerusuhan itu terjadi hanya tiga bulan setelah jatuhnya Bashar al-Assad di Suriah dalam serangan pejuang oposisi. Laporan dari wilayah Latakia menceritakan tentang penculikan, pencurian, pelecehan dan bahkan pembunuhan di depan umum.

Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada 9 Maret, sedikitnya 1.311 orang telah tewas, sekitar 830 orang adalah warga sipil, 230 personel keamanan dari berbagai cabang, dan sekitar 250 pejuang bersenjata.

Poros Latakia-Tartous terletak di sepanjang pantai Mediterania Suriah, dengan Banias dan Jableh terletak di antara keduanya. Kedua provinsi yang mayoritas penduduknya Alawi ini telah lama dianggap sebagai benteng al-Assad, dengan kampung halaman keluarga tersebut, al-Qerdaha, terletak di sebelah timur Latakia.

Ketika al-Assad jatuh, para pengamat khawatir akan ada serangan balas dendam terhadap komunitas Alawite. Mungkin karena itulah “sisa-sisa rezim” memilih untuk menyerang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved