Siapa Hamad bin Isa Al Khalifa? Raja Bahrain yang Bangun Gereja 9.000 Meter Persegi

Selasa, 01 April 2025 - 14:38 WIB
loading...
Siapa Hamad bin Isa...
Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Foto/www.crownprince.bh
A A A
MANAMAH - Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa sempat mencuri banyak perhatian setelah menyumbangkan sebidang tanah seluas 9.000 meter persegi untuk membangun Gereja Katedral Our Lady of Arabia.

Dilansir dari ACN United Kingdom, pembangunan gereja itu telah memakan waktu tujuh tahun lamanya hingga pada akhirnya bisa diresmikan pada 10 Desember 2021 lalu.

Pembangunan yang didukung lembaga amal Katolik Aid to the Church in Need (ACN) itu dianggap sebagai langkah maju yang signifikan sebagai respons terhadap peningkatan populasi Katolik di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Bahrain hanya memiliki satu gereja di ibu kota dan sebuah kapel di pinggiran kota.

Sehingga, pembangunan Gereja baru itu dianggap sebagai model kerukunan umat beragama, tanda toleransi Kerajaan Bahrain dan contoh hebat tentang hidup berdampingan secara damai bagi dunia.

Sosok Hamad bin Isa Al Khalifa


Hamad bin Isa Al Khalifa lahir pada tanggal 28 Januari 1950 di Riffa, Bahrain. Ia merupakan anggota keluarga Al Khalifa yang telah berkuasa di Bahrain selama lebih dari dua abad.

Pendidikan awal Raja Hamad dimulai di Bahrain, di mana ia menempuh pendidikan dasar dan menengah. Untuk pendidikan tinggi, ia melanjutkan studinya di Inggris, belajar di The Leys School di Cambridge.

Dia lalu menghadiri Royal Military Academy Sandhurst, lulus pada tahun 1972. Pendidikan militernya di Sandhurst membekalinya dengan keterampilan kepemimpinan dan strategi militer yang kemudian diterapkannya dalam karier militernya di Bahrain.

Setelah kembali ke Bahrain, Raja Hamad memainkan peran penting dalam pengembangan Angkatan Bersenjata Bahrain.

Ia menjabat sebagai Komandan Angkatan Pertahanan Bahrain dan berkontribusi dalam membangun kapasitas militer negara tersebut.

Pada 6 Maret 1999, setelah wafatnya ayahnya, Emir Isa bin Salman Al Khalifa, Hamad naik takhta sebagai Emir Bahrain.

Salah satu langkah pertamanya sebagai pemimpin adalah memperkenalkan reformasi politik yang bertujuan mentransformasi Bahrain menjadi monarki konstitusional.

Di bawah kepemimpinan Raja Hamad, Bahrain mengadakan referendum nasional yang menghasilkan adopsi Piagam Aksi Nasional.

Piagam ini memperkenalkan parlemen bikameral, yang terdiri dari Dewan Perwakilan yang dipilih secara langsung dan Dewan Syura yang ditunjuk.

Meski begitu, masa pemerintahan Raja Hamad juga diwarnai dengan tantangan. Pada tahun 2011, Bahrain mengalami gelombang protes sebagai bagian dari Arab Spring.

Demonstran menuntut reformasi politik lebih lanjut dan peningkatan hak-hak sipil. Pemerintah merespons dengan tindakan keras, yang mengundang kritik dari komunitas internasional terkait pelanggaran hak asasi manusia.

Di ranah domestik, Raja Hamad mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.

Ia mendukung pengembangan sektor keuangan, pariwisata, dan pendidikan. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Bahrain.

Raja Hamad juga dikenal sebagai pendukung dialog antaragama dan toleransi. Ia mempromosikan Bahrain sebagai model koeksistensi antara berbagai komunitas agama dan etnis.

Upaya ini mencerminkan visinya untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Gelar Operasi Pertama, Israel Bunuh 1.000 Orang Sejak Perang Kembali Pecah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Siapa yang Menang dalam...
Siapa yang Menang dalam Perang Gaza, Hamas atau Netanyahu?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved