Gempa Myanmar Terjadi saat Salat Jumat, 50 Masjid Rusak, Lebih 1.000 Orang Tewas

Sabtu, 29 Maret 2025 - 15:08 WIB
loading...
A A A
Namun kerusakan terburuk terjadi di Myanmar, tempat perang saudara selama empat tahun yang dipicu oleh kudeta militer telah merusak sistem layanan kesehatan dan tanggap darurat.

Kepala junta Min Aung Hlaing mengeluarkan permohonan bantuan internasional yang sangat jarang, yang menunjukkan betapa parahnya bencana tersebut. Rezim militer sebelumnya telah menolak bantuan asing bahkan setelah bencana alam besar.

Negara tersebut mengumumkan keadaan darurat di enam wilayah yang paling parah terkena dampak setelah gempa, dan di satu rumah sakit besar di ibu kota, Naypyidaw, petugas medis terpaksa merawat yang terluka di udara terbuka.

Seorang pejabat menggambarkannya sebagai "daerah dengan korban massal."

"Saya belum pernah melihat (sesuatu) seperti ini sebelumnya. Kami mencoba menangani situasi ini. Saya sangat lelah sekarang," kata seorang dokter kepada AFP.

Mandalay, kota berpenduduk lebih dari 1,7 juta orang, tampaknya terkena dampak parah. Foto-foto AFP menunjukkan puluhan bangunan hancur menjadi puing-puing.

Seorang warga yang dihubungi melalui telepon mengatakan kepada AFP bahwa sebuah rumah sakit dan sebuah hotel telah hancur, dan mengatakan kota itu sangat kekurangan personel penyelamat.

Antrean panjang bus dan truk berbaris di sebuah pos pemeriksaan untuk memasuki ibu kota pada Sabtu pagi.

Tawaran bantuan asing mulai berdatangan, dengan Presiden Donald Trump pada hari Jumat menjanjikan bantuan AS.

"Ini mengerikan," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval tentang gempa tersebut ketika ditanya apakah dia akan menanggapi seruan dari penguasa militer Myanmar.

"Ini benar-benar buruk, dan kami akan membantu. Kami telah berbicara dengan negara itu."

India, Prancis, dan Uni Eropa menawarkan untuk memberikan bantuan, sementara WHO mengatakan sedang memobilisasi untuk menyiapkan perlengkapan cedera trauma.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Gempa 7,5 Magnitudo...
Gempa 7,5 Magnitudo Guncang Jepang, Peringatan Tsunami 3 Meter Picu Kekhawatiran
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Gempa Dahsyat Guncang...
Gempa Dahsyat Guncang Turki dan Suriah, Ribuan Orang Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved