AS Ngotot Kuasai Greenland, Tuding Denmark Gagal Melindungi

Sabtu, 29 Maret 2025 - 13:58 WIB
loading...
AS Ngotot Kuasai Greenland,...
Wakil Presiden AS J.D. Vance berbicara melalui siaran langsung pada 28 Maret 2025 di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonomi Denmark. Foto/Xinhua/Peng Ziyang
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyampaikan pidato selama kunjungannya ke pangkalan militer Pituffik di Greenland utara.

Vance mengatakan Denmark telah gagal melindungi pulau itu. "Tempat ini kurang aman dibandingkan 30-40 tahun lalu," ujar dia.

“Infrastruktur, arsitektur keamanan, dan tenaga kerja Greenland kurang mendapat perhatian dan itu harus diubah," tegas Vance.

"Rakyat Greenland akan memiliki hak menentukan nasib sendiri. Kami berharap mereka memilih untuk bermitra dengan Amerika Serikat karena kami adalah satu-satunya negara di bumi yang menghormati kedaulatan mereka," papar dia.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Donald Trump turut menyuarakan isu Greenland. "Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan internasional. Kita harus memiliki Greenland," ungkap Trump.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Greenland tetap menjadi bagian dari kerajaan, tetapi diberi otonomi pada tahun 2009 dengan kemungkinan pemerintahan sendiri dan pilihan independen dalam politik dalam negeri.

Pada tahun 2019, ada serangkaian laporan media bahwa Trump sedang mempertimbangkan membeli Greenland.

Baca juga: Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved