Berapa Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji? Ternyata Tembus Rp248,2 Triliun Per Tahun
Jum'at, 28 Maret 2025 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Dana Investasi Publik Arab Saudi, yang mengelola aset sekitar USD230 miliar, telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur Makkah untuk mengatasi arus masuk.
Antara tahun 1950 dan 2017, pertumbuhan perjalanan udara mendorong jumlah total jemaah haji dan umrah tahunan dari 50.000 menjadi 10 juta, meskipun hal ini telah menyebabkan “bencana” yang telah menewaskan ribuan orang.
Makkah telah berubah menjadi hutan beton tanpa pepohonan yang dilapisi marmer, dengan 100.000 kamar hotel, 70 restoran bergengsi, lima heliport, dan banyak tempat perkemahan tempat para jamaah yang kurang mampu tinggal di bawah tenda terpal.
Derek dan gedung pencakar langit seperti hotel Abraj al-Bait (Menara Baitullah) mengelilingi Kakbah, titik pusat sucinya. Terhubung ke tiga tempat lain di rute ziarah melalui 60 terowongan, Makkah modern dengan “struktur baja dan beton persegi panjang” lebih mirip “campuran Disneyland dan Las Vegas” daripada kota Timur Tengah.
Antropolog Maroko Abdellah Hammoudi menggambarkan transformasinya sebagai “berosilasi antara yang agung dan sinematik”.
Kakbah dan Masjidil Haram—masjid agung yang akan menampung 2 juta jamaah—, dikelilingi oleh hotel-hotel 40 lantai, toko-toko mewah, dan restoran cepat saji.
Tidak ada ruang yang tersisa untuk budaya, dan hanya sedikit jejak sejarah Makkah yang bertahan dari penolakan Wahhabi yang marah terhadap penyembahan berhala, yang dimulai segera setelah Raja Abdulaziz Ibn Saud merebut kota itu pada tahun 1924.
Antara tahun 1950 dan 2017, pertumbuhan perjalanan udara mendorong jumlah total jemaah haji dan umrah tahunan dari 50.000 menjadi 10 juta, meskipun hal ini telah menyebabkan “bencana” yang telah menewaskan ribuan orang.
Makkah telah berubah menjadi hutan beton tanpa pepohonan yang dilapisi marmer, dengan 100.000 kamar hotel, 70 restoran bergengsi, lima heliport, dan banyak tempat perkemahan tempat para jamaah yang kurang mampu tinggal di bawah tenda terpal.
Derek dan gedung pencakar langit seperti hotel Abraj al-Bait (Menara Baitullah) mengelilingi Kakbah, titik pusat sucinya. Terhubung ke tiga tempat lain di rute ziarah melalui 60 terowongan, Makkah modern dengan “struktur baja dan beton persegi panjang” lebih mirip “campuran Disneyland dan Las Vegas” daripada kota Timur Tengah.
Antropolog Maroko Abdellah Hammoudi menggambarkan transformasinya sebagai “berosilasi antara yang agung dan sinematik”.
Kakbah dan Masjidil Haram—masjid agung yang akan menampung 2 juta jamaah—, dikelilingi oleh hotel-hotel 40 lantai, toko-toko mewah, dan restoran cepat saji.
Tidak ada ruang yang tersisa untuk budaya, dan hanya sedikit jejak sejarah Makkah yang bertahan dari penolakan Wahhabi yang marah terhadap penyembahan berhala, yang dimulai segera setelah Raja Abdulaziz Ibn Saud merebut kota itu pada tahun 1924.
(mas)
Lihat Juga :