Wali Kota Istanbul Dipenjara, Ribuan Warga Turki Berdemonstrasi Lawan Kebijakan Erdogan

Minggu, 23 Maret 2025 - 18:33 WIB
loading...
A A A
Pada hari Sabtu, ribuan orang berkumpul di luar gedung kota Istanbul di distrik Sarachane, melambaikan bendera Turki dan meneriakkan slogan-slogan, sementara kerumunan besar pendukung Imamoglu berkumpul di luar gedung pengadilan Caglayan saat ia tiba untuk menghadiri sidang.

Para pengunjuk rasa, yang menentang larangan berkumpul di jalan di kota tersebut yang telah diperpanjang hingga 26 Maret, bertemu dengan ratusan polisi di kedua lokasi, yang menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa, menurut Reuters. Para demonstran juga melemparkan petasan dan benda-benda lainnya.

Para pengunjuk rasa juga bentrok dengan polisi di provinsi pesisir barat Izmir dan Ankara untuk malam ketiga berturut-turut, dengan polisi menembakkan meriam air ke arah kerumunan, Reuters melaporkan.

Otoritas Turki telah menahan 323 orang selama protes atas penyelidikan tersebut, kata Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya pada Minggu dini hari, menurut Reuters.

Imamoglu terpilih sebagai wali kota pada tahun 2019 dan sekali lagi pada tahun 2024. Pemungutan suara presiden berikutnya dijadwalkan pada tahun 2028, tetapi beberapa analis mengatakan Erdogan dapat menyerukan pemilihan awal, yang akan memungkinkannya untuk melewati batasan masa jabatan.

Wali kota ditahan oleh otoritas pada hari Rabu sebagai bagian dari penyelidikan korupsi dan terorisme. Perintah penahanan juga dikeluarkan untuk sekitar 100 orang lain yang terkait dengan wali kota, termasuk penasihat persnya Murat Ongun, menurut Anadolu.

Oposisi utama Imamoglu, Partai Rakyat Republik (CHP), mengatakan tuduhan tersebut bermotif politik, menggambarkannya sebagai "upaya kudeta."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
Perang 500 Hari Rusia...
Perang 500 Hari Rusia dan Ukraina, Ribuan Warga Sipil Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved