506 Tewas sejak Israel Mulai Lagi Genosida Gaza, Rumah Sakit Indonesia Kewalahan

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:33 WIB
loading...
506 Tewas sejak Israel...
Ratusan anak tewas dibunuh Israel dalam serangan terbaru di Gaza. Foto/QNN
A A A
GAZA - Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 506 orang, dan 909 orang lainnya terluka, sejak Israel memulai kembali perang genosida di Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, korban tewas terbaru adalah 95 orang pada Kamis (20/3/2025).

Koresponden Al Jazeera melaporkan pasukan Israel melakukan serangan udara dan mengebom rumah-rumah di Abasan, sebelah timur Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan.

Dua rumah di Al-Fakhari dan satu gudang yang mendistribusikan bantuan makanan di Ma'an, sebelah timur Khan Yunis, juga menjadi sasaran, bersama dengan satu rumah di lingkungan Al-Salam.

Beberapa warga Palestina terluka dalam pemboman Israel di daerah Musbah, sebelah utara Rafah.

Tim pertahanan sipil menghadapi tantangan besar dalam menemukan orang-orang yang hilang akibat bangunan yang runtuh, sehingga membutuhkan alat berat untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.

Setelah serangan udara Israel di Beit Lahia dini hari ini, lebih dari 50 jenazah diangkut ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, dengan puluhan orang lainnya terluka.

Petugas medis di Rumah Sakit Indonesia berjuang keras untuk merawat yang terluka karena kekurangan pasokan medis yang parah.

Di Abasan al-Kabira, petugas pertahanan sipil berhasil menyelamatkan seorang bayi perempuan, Ayla Abu Daqqa, dari reruntuhan rumah keluarganya, yang hancur dalam pemboman yang menewaskan orang tuanya dan anggota keluarga lainnya.

Khalil al-Daqran, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengonfirmasi sejak Selasa, 506 orang telah tewas dan lebih dari 900 orang terluka dalam pemboman Israel yang sedang berlangsung.

70% dari yang terluka adalah wanita dan anak-anak, banyak di antaranya mengalami luka serius. Banyak yang terluka meninggal karena kurangnya sumber daya medis dan blokade di Gaza.

Tentara Israel mengumumkan peluncuran operasi darat di sepanjang poros pantai dari Beit Lahia di Gaza utara, menyerang infrastruktur perlawanan dan lokasi peluncuran rudal Hamas.

Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengumumkan evakuasi penduduk Gaza dari zona pertempuran akan segera dimulai, menyerukan apa yang dia gambarkan sebagai "emigrasi sukarela."

Genosida Gaza


Kekerasan Israel yang kembali terjadi pada 18 Maret telah melanggar gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari.

Aksi militer terbaru telah menewaskan ratusan warga Palestina dan melukai lebih banyak lagi, terutama warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Sementara pelanggaran tersebut telah dikutuk banyak negara dan kelompok hak asasi manusia, AS terus mendukung Israel, dengan menegaskan kampanye militer tersebut dilakukan dengan pengetahuan sebelumnya dan persetujuan dari Washington.

Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 48.500 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan meninggalkan Gaza dalam reruntuhan.

Pada bulan November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menuduh mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di daerah kantong tersebut.

Baca juga: Israel Gelar Operasi Darat Terbatas di Gaza Tengah, Maju di Netzarim
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved