Trump Anjurkan Pendukungnya Memilih Dua Kali, Picu Badai Kritik

Jum'at, 04 September 2020 - 18:15 WIB
loading...
Trump Anjurkan Pendukungnya...
Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menganjurkan warga di Carolina Utara memilih dua kali dalam pemilu 3 November, satu lewat surat dan satu langsung datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Saran Trump itu pun memicu badai kritik karena tindakan itu merupakan bentuk kecurangan dalam pemilu.

“Biarkan mereka mengirimnya di dalam (surat) dan biarkan mereka datang memilih (ke TPS),” kata Trump saat wawancara dengan WECT-TV di Wilmington, Carolina Utara.

“Dan jika sistem itu sebagus yang mereka katakan, maka tentu mereka tidak akan dapat memilih secara langsung (ke TPS),” papar Trump.

Trump berulang kali menuduh tanpa bukti bahwa memberikan suara lewat surat yang disarankan beberapa negara bagian karena pandemi virus corona itu akan menambah kecurangan dan mengacau pemilu November.

Namun para pakar menyatakan kecurangan semacam itu sangat jarang di AS .

Saat pawai pada Kamis (3/9) malam, Trump mengulangi seruannya agar datang ke TPS bahkan jika mereka telah mengirim suara lewat surat. Dia menuduh Partai Demokrat akan berupaya mencuri pemilu dengan manipulasi suara yang dikirim lewat surat.

“Anda harus memastikan suara Anda dihitung, karena satu-satunya cara mereka mengalahka nkita adalah melalui cara itu,” kata Trump di Latrobe, Pennsylvania.

Memberikan suara lebih dari sekali dalam pemilu merupakan tindakan ilegal. Di beberapa negara bagian, termasuk Carolina Utara, memilih lebih dari sekali adalah kejahatan, termasuk menyarankan orang lain untuk melakukannya.

Surat suara mulai dikirim lewat surat di Carolina Utara pada Jumat (4/9).

Jaksa Umum Carolina Utara Josh Stein dari Partai Demokrat menulis di Twitter bahwa Trump sangat mendorong warga Carolina Utara melanggar hukum untuk membantu dia menciptakan kekacauan dalam pemilu.

“Pastikan Anda memilih, tapi tidak memilih dua kali! Saya akan melakukan segala sesuai wewenang saya untuk memastikan keinginan rakyat terlaksana pada November,” ungkap Stein.

Tim kampanye Trump dan Gedung Putih kemudian menyangkal bahwa maksud Trump adalah mendorong warga memilih dua kali. “Presiden tidak menyarankan siapa pun melakukan apapun yang melanggar hukum. Apa yang dia katakan sangat jelas bahwa pastikan suara Anda terhitung dan jika tidak, maka memilih,” kata juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany. (Baca Juga: Menlu Retno: RI Tidak Akan Jadi Basis Militer Negara Manapun!)

Meski demikian, serangkaian tweet Trump pada Kamis (3/9) pagi mendorong para pendukungnya memilih lebih awal dengan surat dan kemudian berupaya memilih secara langsung ke TPS. (Baca Infografis: Kolaborasi MiG-Sukhoi, Siap Hadirkan Jet Tempur Gen Ke-6 Rusia)

“Pada Hari Pemilu, atau Awal Voting pergi ke Tempat Pemungutan untuk melihat apakah iya atau tidak Voting lewat Surat dihitung. Jika kalian tidak dapat Memilih dan Sistem Surat bekerja baik. Jika tidak dihitung, Pilih,” tweet Trump. (Lihat Video: Orangtua Lalai, Bocah 2 Tahun Tewas di Dalam Ember)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved