Netanyahu dan Bos Shin Bet Berseteru Hebat, Israel Terancam Perang Saudara
Selasa, 18 Maret 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Mantan presiden Mahkamah Agung Dorit Beinisch mengatakan kepada radio Kan bahwa Netanyahu memimpin "proses yang berbahaya bagi masyarakat".
"Kita perlu bangun, dan bangun tepat waktu," katanya.
Bagi sekutu Netanyahu, tindakan terhadap Bar termasuk dalam hak normal kepala pemerintahan.
"Di negara normal mana alasan khusus diperlukan untuk memecat kepala organisasi intelijen yang secara pribadi bertanggung jawab atas kegagalan intelijen besar-besaran yang menyebabkan bencana terbesar dalam sejarah Israel?" tulis Menteri Keuangan Bezalel Smotrich di Telegram.
Nahum Barnea, kolumnis harian Yedioth Ahronoth, memperingatkan bahaya yang berasal dari bentrokan antara Netanyahu dan Bar.
"Seorang perdana menteri yang kehilangan kendali akan memerintah sesuai keinginannya, dan pemerintahannya yang gagal akan mengikuti jejaknya," tulisnya.
"Hal ini secara bertahap membawa kita semakin dekat ke bentuk perang saudara, di mana tidak ada rasa saling percaya dan penolakan untuk patuh dalam organisasi keamanan,” paparnya.
Bagi Amir Tibon, yang menulis untuk harian sayap kiri Haaretz:"Demokrasi Israel sekarang dalam bahaya besar.”
"Terserah kepada orang Israel untuk memutuskan apakah mereka akan menerima perebutan kekuasaan yang bermusuhan oleh Netanyahu—dan seberapa jauh mereka akan menghentikannya,” paparnya.
"Kita perlu bangun, dan bangun tepat waktu," katanya.
Israel Terancam Perang Saudara
Bagi sekutu Netanyahu, tindakan terhadap Bar termasuk dalam hak normal kepala pemerintahan.
"Di negara normal mana alasan khusus diperlukan untuk memecat kepala organisasi intelijen yang secara pribadi bertanggung jawab atas kegagalan intelijen besar-besaran yang menyebabkan bencana terbesar dalam sejarah Israel?" tulis Menteri Keuangan Bezalel Smotrich di Telegram.
Nahum Barnea, kolumnis harian Yedioth Ahronoth, memperingatkan bahaya yang berasal dari bentrokan antara Netanyahu dan Bar.
"Seorang perdana menteri yang kehilangan kendali akan memerintah sesuai keinginannya, dan pemerintahannya yang gagal akan mengikuti jejaknya," tulisnya.
"Hal ini secara bertahap membawa kita semakin dekat ke bentuk perang saudara, di mana tidak ada rasa saling percaya dan penolakan untuk patuh dalam organisasi keamanan,” paparnya.
Bagi Amir Tibon, yang menulis untuk harian sayap kiri Haaretz:"Demokrasi Israel sekarang dalam bahaya besar.”
"Terserah kepada orang Israel untuk memutuskan apakah mereka akan menerima perebutan kekuasaan yang bermusuhan oleh Netanyahu—dan seberapa jauh mereka akan menghentikannya,” paparnya.
(mas)
Lihat Juga :