Negara Pemilik Mata Uang Termahal di Dunia Ini Cabut Kewarganegaraan 42.000 Orang

Senin, 17 Maret 2025 - 15:31 WIB
loading...
A A A
Sumber tersebut menekankan bahwa setiap kasus ditinjau secara individual, dan keputusan dibuat berdasarkan investigasi terperinci dan penilaian hukum.

Tujuannya, imbuh sumber tersebut, bukanlah untuk meminggirkan individu, tetapi untuk memperbaiki ketidakkonsistenan dalam registrasi nasional dan memastikan keadilan dalam distribusi layanan dan manfaat publik.

Sejalan dengan kebijakan Kuwait, kewarganegaraan ganda tidak diizinkan, dan individu yang kedapatan memiliki kewarganegaraan lain saat masih memiliki kewarganegaraan Kuwait dapat dicabut sesuai dengan hukum.

Pihak berwenang juga menanggapi kekhawatiran seputar kelompok tertentu, seperti perempuan yang dinaturalisasi melalui pernikahan, dengan meyakinkan masyarakat bahwa hak dukungan sosial—termasuk pensiun, perawatan kesehatan, dan tunjangan pendidikan—sedang ditinjau berdasarkan kasus per kasus bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mencegah kesulitan yang tidak diinginkan.

Sumber tersebut menegaskan kembali bahwa proses tersebut bukanlah kampanye hukuman, melainkan peninjauan sistematis dan sah atas catatan administratif, yang bertujuan untuk memperkuat transparansi, mengurangi inkonsistensi birokrasi, dan memastikan keberlanjutan program kesejahteraan nasional.

Negara Kaya dengan Mata Uang Termahal


Kuwait adalah sebuah negara kecil tetapi sangat kaya yang terletak di Timur Tengah, berbatasan dengan Irak dan Arab Saudi.
Negara ini memiliki luas sekitar 17.818 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 4,3 juta jiwa.

Meskipun memiliki wilayah yang relatif kecil, Kuwait dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved