Sebut Rusia Agresif dan Serakah, Polandia Kembali Meminta Senjata Nuklir AS

Jum'at, 14 Maret 2025 - 07:48 WIB
loading...
A A A
"Setiap jenis infrastruktur strategis, infrastruktur Amerika dan NATO, yang kami miliki di tanah kami memperkuat kecenderungan AS dan Aliansi Atlantik Utara untuk mempertahankan wilayah in,” katanya.

Polandia menghabiskan hampir 5% dari pendapatan nasionalnya untuk pertahanan. Itu lebih banyak daripada anggota NATO lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Pekan lalu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berpidato di Parlemen yang memperingatkan bahwa "perubahan besar dalam geopolitik Amerika" menempatkan Polandia dan Ukraina ke dalam "situasi yang secara objektif lebih sulit".

Perdana Menteri Tusk menyerukan peningkatan lebih lanjut dalam pengeluaran pertahanan Polandia dan mengusulkan agar Polandia mempertimbangkan untuk meraih "peluang yang terkait dengan senjata nuklir."

Dia juga mendukung seruan bagi Uni Eropa untuk menyita aset Rusia senilai sekitar 200 miliar euro yang telah dibekukan di bank-bank Eropa.

"Saya yakin sudah jelas bahwa aset Rusia yang dikumpulkan dan dikunci di bank-bank di Eropa Barat harus digunakan untuk mendukung Ukraina, dan itu harus menjadi dukungan ganda," katanya.

"Pertama-tama, Ukraina harus didukung dalam mempertahankan diri terhadap agresi Rusia. Dan kedua, ini harus digunakan untuk mendukung pembangunan kembali Ukraina."

"Saya tidak dapat membayangkan bahwa setelah kehancuran Ukraina, Rusia dapat begitu saja mengambil uang ini tanpa membayar ganti rugi dan kompensasi perang,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
Berita Terkini
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved