Houthi Beri Israel Waktu 4 Hari untuk Izinkan Bantuan Gaza atau Hadapi Operasi Laut Merah

Sabtu, 08 Maret 2025 - 08:54 WIB
loading...
Houthi Beri Israel Waktu...
Pemimpin kelompok Ansar Allah atau Houthi, Abdul-Malik al-Houthi. Foto/wikimedia commons
A A A
SANAA - Pemimpin kelompok Ansar Allah atau Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan mereka memberi pendudukan Israel waktu empat hari untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Jika ini tidak terjadi, kelompoknya akan melanjutkan operasi angkatan lautnya di Laut Merah terhadap target-target Israel.

Dalam pidato yang disiarkan saluran Al-Masirah milik kelompok tersebut, al-Houthi menyatakan, “Kami umumkan ke seluruh dunia bahwa kami akan memberikan masa tenggang empat hari. Ini adalah masa tenggang bagi para mediator dalam upaya mereka.”

Dia menambahkan, “Jika musuh Israel terus, setelah empat hari pertama, mencegah masuknya bantuan ke Jalur Gaza dan terus menutup sepenuhnya penyeberangan serta mencegah masuknya makanan dan obat-obatan ke Gaza, kami akan melanjutkan operasi angkatan laut kami terhadap musuh Israel, dan kami akan menghadapi pengepungan dengan pengepungan.”

Al-Houthi menekankan "musuh Israel telah menghindari kewajibannya terkait berkas kemanusiaan" dan menyoroti Hamas telah menunjukkan komitmen memenuhi tanggung jawabnya berdasarkan perjanjian tersebut.

Hal ini terjadi di tengah terhentinya negosiasi mengenai tahap selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata, yang telah mengakhiri perang 15 bulan yang menghancurkan di Gaza.

Israel mengumumkan keputusannya mencegah bantuan memasuki Gaza pada tanggal 2 Maret, hari yang sama dengan berakhirnya tahap pertama perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama 42 hari.

Gerakan Perlawanan Palestina Hamas memuji keputusan Houthi memberi Israel masa tenggang empat hari sebelum melanjutkan operasi maritim jika bantuan terus diblokir untuk memasuki Gaza, menurut Al-Jazeera.

Hamas mengutuk keputusan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata.

Tindakan tersebut dikritik secara luas karena memperburuk situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

Sebelum gencatan senjata, Ansarallah telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Laut Arab yang “berhubungan dengan Israel” sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Houthi juga menargetkan wilayah Israel dengan rudal dan pesawat tanpa awak.

Ancaman dari Houthi muncul beberapa hari setelah Amerika Serikat menetapkan kembali kelompok tersebut sebagai organisasi teroris asing dan menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemimpin seniornya.

Baca juga: Pasukan Israel Serbu dan Bakar 8 Masjid di Nablus Tepi Barat, Hamas Murka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Houthi Yaman Serang...
Houthi Yaman Serang Kemudian Sita Kapal Sounion di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved