Ogah Diakali Lagi, Donald Trump Tolak Bela Beberapa Sekutu NATO
Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:20 WIB
loading...
Presiden Donald Trump isyaratkan AS tidak akan membela sekutu NATO yang belum cukup berkontribusi pada pengeluaran pertahanan. Foto/Xinhua/Hu Yousong
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan membela sekutu NATO yang belum cukup berkontribusi pada pengeluaran pertahanan.
Trump tak ingin Amerika dicurangi lagi oleh sekutu-sekutu NATO yang kontribusi anggaran militernya kecil, sehingga membebani Washington.
"Ya, saya sudah mengatakan itu kepada mereka," kata Trump kepada wartawan di Oval Office pada Kamis pagi ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan pendekatan Amerika pada NATO.
Baca Juga: Elon Musk Dukung AS Keluar dari NATO dan PBB
"Saya berkata, 'Jika Anda tidak akan membayar, kami tidak akan membela'. Saya mengatakan itu tujuh tahun lalu, dan karena itu, mereka membayar ratusan miliar dolar," papar Trump.
Sekadar diketahui, Pasal 5 piagam aliansi NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua. Satu-satunya saat hal itu diterapkan adalah setelah serangan 11 September 2001 di wilayah AS.
Ketika ditanya apakah Trump bermaksud menjadikan kebijakan resmi AS tersebut, Trump menyebutnya sebagai "pendekatan yang masuk akal", dan dia menyatakan skeptis bahwa sekutu NATO lainnya akan membela AS jika diserang.
Trump tak ingin Amerika dicurangi lagi oleh sekutu-sekutu NATO yang kontribusi anggaran militernya kecil, sehingga membebani Washington.
"Ya, saya sudah mengatakan itu kepada mereka," kata Trump kepada wartawan di Oval Office pada Kamis pagi ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan pendekatan Amerika pada NATO.
Baca Juga: Elon Musk Dukung AS Keluar dari NATO dan PBB
"Saya berkata, 'Jika Anda tidak akan membayar, kami tidak akan membela'. Saya mengatakan itu tujuh tahun lalu, dan karena itu, mereka membayar ratusan miliar dolar," papar Trump.
Sekadar diketahui, Pasal 5 piagam aliansi NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua. Satu-satunya saat hal itu diterapkan adalah setelah serangan 11 September 2001 di wilayah AS.
Ketika ditanya apakah Trump bermaksud menjadikan kebijakan resmi AS tersebut, Trump menyebutnya sebagai "pendekatan yang masuk akal", dan dia menyatakan skeptis bahwa sekutu NATO lainnya akan membela AS jika diserang.
Lihat Juga :