alexametrics

Militer Rusia Diberi Senjata Baru Pembunuh Rudal Jelajah Musuh

loading...
Militer Rusia Diberi Senjata Baru Pembunuh Rudal Jelajah Musuh
Sistem pertahanan rudal S-350 Rusia yang dijuluki 'pembunuh rudal jelajah'. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A+ A-
MOSKOW - Militer Rusia telah menerima sistem pertahanan rudal terbaru dan menguji kemampuannya untuk melenyapkan pesawat dan rudal jelajah musuh yang masuk ke negara tersebut. Senjata baru itu adalah sistem pertahanan rudal S-350 Vityaz yang dijuluki sebagai pembunuh rudal jelajah musuh.

Sistem pertahanan rudal surface-to-air S-350 Vityaz resmi ditugas ke layanan militer Moskow pada hari Rabu. Operasional senjata tersebut terjadi di saat persaingan kemampuan perang muatkhir antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) berlangsung sengit.

Sistem S-350 dikirim ke Akademi Pertahanan Udara dan Luar Angkasa di wilayah Leningrad dan menjalani pelatihan untuk mendeteksi dan menghancurkan (senjata) udara musuh tiruan," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam siaran pers-nya, yang dikutip Kamis (27/2/2020).



"Para kru tempur S-350 menunjukkan keterampilan mereka, menghantam (senjata) musuh tiruan dengan meluncurkan rudal elektronik, dan berbaris ke area posisi baru," Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Rabu dalam siaran pers.

"Senjata itu dideskripsikan sebagai (senjata yang) dirancang untuk melindungi negara, administrasi, industri, fasilitas militer dan pengelompokan pasukan paling penting dari serangan udara musuh dengan cara modern. Ini dirancang untuk bertahan melawan pesawat dan rudal (musuh)," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip Newsweek.

Senjata baru Rusia ini dijuluki "pembunuh rudal jelajah" oleh komandan pasukan rudal surface-to-air Kolonel Yuri Muravkin karena kemampuannya yang serbaguna.

S-350 bergabung dengan keluarga sistem pertahanan berumur puluhan tahun yang meliputi S-200, S-300, S-400 dan yang masih dalam pengembangan; S-500. Sistem pertahanan itu dikembangkan oleh Almaz-Antey, perusahaan senjata milik negara Rusia. Pihak perusahaan mengatakan senjata baru ini dapat beroperasi sendiri dan sebagai bagian dari sistem pertahanan berlapis-lapis.

S-350 pertama kali ditransfer ke Kementerian Pertahanan Rusia pada bulan Desember dan diuji bulan lalu di tempat pelatihan Kapustin Yar di wilayah Astrakhan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak