AS Umumkan Siap Perang dengan China!
Kamis, 06 Maret 2025 - 07:08 WIB
loading...
Pentagon umumkan AS siap perang dengan China. Foto/Ilustrasi dari Aaron Provost via Task and Purpose
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon telah mengumumkan Amerika Serikat (AS) siap perang dengan China jika perlu.
Pengumuman ini sebagai respons atas ancaman pembalasan tarif Beijing yang menandai eskalasi lain dalam perang dagang yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengklarifikasi posisi AS pada Rabu (5/3/2025) pagi dalam sebuah wawancara dengan Fox News, menanggapi Kedutaan Besar China di AS yang mengatakan Beijing siap berperang dalam "jenis perang apa pun".
"Kami siap," kata Hegseth. "Mereka yang mendambakan perdamaian harus bersiap untuk perang," katanya lagi.
Baca Juga: Trump Usul AS-Rusia-China Potong Anggaran Militer 50%, Putin Dukung, Beijing Menolak
Bos Pentagon lebih lanjut menyatakan bahwa inilah sebabnya AS membangun kembali militernya. "Dan memulihkan pencegahan dalam etos prajurit," ujarnya.
“Kita hidup di dunia yang berbahaya dengan negara-negara yang kuat dan berpengaruh yang memiliki ideologi yang sangat berbeda,” kata Hegseth.
Pengumuman ini sebagai respons atas ancaman pembalasan tarif Beijing yang menandai eskalasi lain dalam perang dagang yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengklarifikasi posisi AS pada Rabu (5/3/2025) pagi dalam sebuah wawancara dengan Fox News, menanggapi Kedutaan Besar China di AS yang mengatakan Beijing siap berperang dalam "jenis perang apa pun".
"Kami siap," kata Hegseth. "Mereka yang mendambakan perdamaian harus bersiap untuk perang," katanya lagi.
Baca Juga: Trump Usul AS-Rusia-China Potong Anggaran Militer 50%, Putin Dukung, Beijing Menolak
Bos Pentagon lebih lanjut menyatakan bahwa inilah sebabnya AS membangun kembali militernya. "Dan memulihkan pencegahan dalam etos prajurit," ujarnya.
“Kita hidup di dunia yang berbahaya dengan negara-negara yang kuat dan berpengaruh yang memiliki ideologi yang sangat berbeda,” kata Hegseth.
Lihat Juga :