Keluarga Korban Serangan Hamas Berkelahi dengan Penjaga di Parlemen Israel

Rabu, 05 Maret 2025 - 14:01 WIB
loading...
Keluarga Korban Serangan...
Keluarga korban serangan Hamas berkelahi dengan penjaga di gedung parlemen Israel. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Perkelahian antara orang tua korban serangan Hamas 7 Oktober di Israel dan petugas keamanan di parlemen negara itu, Knesset, menyebabkan dua orang terluka.

Menurut laporan Jerusalem Post, perkelahian terjadi setelah keluarga berusaha mengamati debat pada hari Senin (3/3/2025) mengenai pembentukan komisi penyelidikan atas tragedi tersebut, tetapi dilarang memasuki area tempat duduk pengunjung.

Orang tua korban, yang mewakili Dewan Oktober, LSM yang mengadvokasi 1.500 keluarga yang terkena dampak tragedi tersebut, sebelumnya telah mengirim surat kepada Ketua Knesset Amir Ohana untuk meminta akses ke sesi tersebut, yang dijadwalkan dihadiri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.



Meskipun demikian, petugas keamanan dan polisi Knesset mencegah keluarga tersebut menaiki tangga menuju bagian pengunjung, dengan alasan terbatasnya tempat duduk.

Situasi meningkat menjadi perkelahian fisik, yang dilaporkan mengakibatkan dua orang mengalami cedera setelah terjatuh selama perkelahian tersebut.

Sebagai bentuk protes, keluarga-keluarga berkumpul di dasar tangga, membaca Kaddish, doa berkabung Yahudi, sambil memajang plakat-plakat yang memuat gambar orang-orang terkasih mereka yang telah meninggal, demikian dilaporkan Post.

Kemudian, keluarga-keluarga tersebut diizinkan masuk ke ruang sidang dengan pengawasan ketat.

Selama pidato Netanyahu, mereka dilaporkan berdiri dan membelakanginya, sambil mengangkat foto-foto kerabat mereka yang telah tiada.

Ketua parlemen Ohana awalnya memerintahkan pemindahan mereka tetapi kemudian membatalkan perintah tersebut.

Netanyahu telah menghadapi kritik atas penanganannya terhadap krisis penyanderaan, dengan beberapa keluarga menuduhnya lebih mengutamakan tujuan militer daripada pengembalian tawanan dengan selamat.

Gencatan senjata dengan Hamas dilaksanakan pada pertengahan Januari setelah 15 bulan genosida oleh Israel yang menyebabkan banyak korban dan kerusakan besar di Gaza.

Perjanjian tersebut menguraikan pertukaran sandera dan tahanan secara bertahap, memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan, dan diharapkan akan mengarah pada penarikan Israel dari wilayah tersebut.

Pada tahap pertama kesepakatan tersebut, Hamas membebaskan 33 sandera Israel, termasuk jenazah mereka yang meninggal, dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina.

Sebanyak 59 sandera masih berada di Gaza, dengan penilaian Israel menunjukkan 24 dari mereka masih hidup.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan terhadap Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 lainnya.

Israel kemudian membunuh lebih dari 48.400 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan wilayah tersebut.

Baca juga: Rencana Mesir untuk Rekonstruksi Gaza Serukan Pengaturan Tata Kelola Transisi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved