Pangeran Mohammed bin Salman Ampuni Para Pembangkang, Bebas Pulang ke Arab Saudi Tanpa Dihukum
Selasa, 04 Maret 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Kepala keamanan tersebut mengeklaim bahwa sekitar 20 persen tahanan politik negara itu dipenjara atas permintaan kerabat mereka sendiri.
Amnesti ini menyusul pembebasan sejumlah tahanan politik, beberapa di antaranya telah ditahan selama bertahun-tahun dan menjalani hukuman puluhan tahun.
Pada bulan Januari, aktivis Mohammed al-Qahtani dan Essa al-Nukheifi dibebaskan bersyarat, diikuti oleh serangkaian amnesti pada bulan Februari.
Di antara mereka yang dibebaskan pada bulan Februari adalah influencer media sosial Mansour al-Raqiba, yang dipenjara selama 27 tahun karena mengkritik proyek "Visi 2030" negara itu, aktivis hak-hak perempuan Salma al-Shehab, yang hukumannya selama 27 tahun dikurangi, blogger Ahmed al-Budaiwi dan perawat Zeinab al-Rabea, di antara beberapa lainnya.
Namun, banyak aktivis dan tokoh masyarakat terkemuka masih berada di balik jeruji besi.
"Pembebasan baru-baru ini, yang tidak akan mungkin terjadi tanpa kampanye tanpa henti dari para aktivis di seluruh dunia, merupakan kemenangan besar," kata Lina al-Hathloul, kepala pemantauan dan advokasi di kelompok hak asasi manusia ALQST.
Amnesti ini menyusul pembebasan sejumlah tahanan politik, beberapa di antaranya telah ditahan selama bertahun-tahun dan menjalani hukuman puluhan tahun.
Pada bulan Januari, aktivis Mohammed al-Qahtani dan Essa al-Nukheifi dibebaskan bersyarat, diikuti oleh serangkaian amnesti pada bulan Februari.
Di antara mereka yang dibebaskan pada bulan Februari adalah influencer media sosial Mansour al-Raqiba, yang dipenjara selama 27 tahun karena mengkritik proyek "Visi 2030" negara itu, aktivis hak-hak perempuan Salma al-Shehab, yang hukumannya selama 27 tahun dikurangi, blogger Ahmed al-Budaiwi dan perawat Zeinab al-Rabea, di antara beberapa lainnya.
Namun, banyak aktivis dan tokoh masyarakat terkemuka masih berada di balik jeruji besi.
"Pembebasan baru-baru ini, yang tidak akan mungkin terjadi tanpa kampanye tanpa henti dari para aktivis di seluruh dunia, merupakan kemenangan besar," kata Lina al-Hathloul, kepala pemantauan dan advokasi di kelompok hak asasi manusia ALQST.
Lihat Juga :