Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Jelajah Strategis, Pamer Kemampuan Serangan Balik
Jum'at, 28 Februari 2025 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Kedua Korea secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Korea Utara terakhir kali melakukan uji coba rudal jelajah semacam itu pada bulan Januari, ketika negara itu mengatakan telah meluncurkan rudal jelajah strategis dari laut ke permukaan—yang pertama bagi Pyongyang sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Intelijen AS dan Korea Selatan juga percaya bahwa Korea Utara telah mengirim ribuan tentara ke Rusia untuk berperang melawan Ukraina dan sejak itu telah menderita ratusan korban.
Kemarin, intelijen Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa Pyongyang telah mengirim lebih banyak tentara ke Rusia, meskipun tidak dapat memberikan angka pastinya.
Dikatakan juga bahwa Korea Utara telah mengerahkan kembali tentara ke garis depan di Kursk, tempat Ukraina sebelumnya mengatakan mereka telah ditarik setelah mengalami kerugian besar.
Minggu ini, Kim Jong-un mengunjungi akademi militer besar, mendesak pasukannya untuk memanfaatkan "pengalaman nyata peperangan modern", menurut media pemerintah Korut.
Baik Korea Utara maupun Rusia belum secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan Pyongyang berperang untuk Moskow.
Korea Utara terakhir kali melakukan uji coba rudal jelajah semacam itu pada bulan Januari, ketika negara itu mengatakan telah meluncurkan rudal jelajah strategis dari laut ke permukaan—yang pertama bagi Pyongyang sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Intelijen AS dan Korea Selatan juga percaya bahwa Korea Utara telah mengirim ribuan tentara ke Rusia untuk berperang melawan Ukraina dan sejak itu telah menderita ratusan korban.
Kemarin, intelijen Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa Pyongyang telah mengirim lebih banyak tentara ke Rusia, meskipun tidak dapat memberikan angka pastinya.
Dikatakan juga bahwa Korea Utara telah mengerahkan kembali tentara ke garis depan di Kursk, tempat Ukraina sebelumnya mengatakan mereka telah ditarik setelah mengalami kerugian besar.
Minggu ini, Kim Jong-un mengunjungi akademi militer besar, mendesak pasukannya untuk memanfaatkan "pengalaman nyata peperangan modern", menurut media pemerintah Korut.
Baik Korea Utara maupun Rusia belum secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan Pyongyang berperang untuk Moskow.
(mas)
Lihat Juga :