Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Jelajah Strategis, Pamer Kemampuan Serangan Balik

Jum'at, 28 Februari 2025 - 09:19 WIB
loading...
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara tembakkan beberapa rudal jelajah strategis, pamer kemampuan serangan balik. Foto/KCNA
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Jumat (28/2/2025) mengakui telah menguji tembak beberapa rudal jelajah strategis di Laut Kuning dalam sebuah latihan, yang menurut Pyongyang bertujuan untuk memamerkan kemampuan serangan baliknya.

Pemimpin Korut Kim Jong-un hadir dalam latihan militer tersebut, yang berlangsung pada hari Rabu, menurut laporan KCNA.

Rudal-rudal tersebut terbang selama 130 menit dan menempuh lintasan sepanjang 1.587 kilometer (986 mil) sebelum tepat menghantam target.

Pyongyang mengatakan latihan tersebut ditujukan untuk memperingatkan musuh-musuh Korea Utara yang bersenjata nuklir tentang kemampuan serangan baliknya di ruang mana pun dan kesiapan berbagai sarana operasi nuklirnya.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Jelajah Strategis, Dipantau Langsung Kim Jong-un

Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah Korea Utara menunjukkan Kim Jong-un, diapit oleh para pejabat, mengenakan teropong dan menyaksikan sebuah rudal menghancurkan sebuah bangunan kecil yang kemudian terbakar.

Saat menghadiri latihan tersebut, Kim Jong-un mengatakan bahwa merupakan tanggung jawab pasukan nuklir Korea Utara untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.

"Kemampuan menyerang yang kuat berfungsi sebagai pencegahan dan pertahanan yang paling sempurna,” kata Kim Jong-un.

Pyongyang menuduh musuh-musuh Korea Utara melanggar lingkungan keamanan secara serius serta mendorong dan meningkatkan konfrontasi.

KCNA tidak mengyebutkan di mana uji lokasi persis coba beberapa rudal jelajah itu dilakukan, tetapi situs web spesialis Korea Utara, NK News, melaporkan bahwa kemungkinan besar uji coba itu dilakukan di dekat kota Nampho, sekitar 130 kilometer (80 mil) dari perbatasan dengan Korea Selatan.

Perang Modern

Hubungan antara Pyongyang dan Seoul telah berada di salah satu titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Korea Utara meluncurkan serangkaian rudal balistik tahun lalu yang melanggar sanksi PBB.

Latihan militer gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat (AS) "Freedom Shield" akan dimulai bulan depan, kata Seoul yang dikutip Yonhap.

Latihan-latihan semacam itu telah membuat Pyongyang marah, yang mengeklaim bahwa itu adalah latihan untuk invasi dan sering melakukan uji coba rudal sebagai tanggapan.

Kedua Korea secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Korea Utara terakhir kali melakukan uji coba rudal jelajah semacam itu pada bulan Januari, ketika negara itu mengatakan telah meluncurkan rudal jelajah strategis dari laut ke permukaan—yang pertama bagi Pyongyang sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih.

Intelijen AS dan Korea Selatan juga percaya bahwa Korea Utara telah mengirim ribuan tentara ke Rusia untuk berperang melawan Ukraina dan sejak itu telah menderita ratusan korban.

Kemarin, intelijen Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa Pyongyang telah mengirim lebih banyak tentara ke Rusia, meskipun tidak dapat memberikan angka pastinya.

Dikatakan juga bahwa Korea Utara telah mengerahkan kembali tentara ke garis depan di Kursk, tempat Ukraina sebelumnya mengatakan mereka telah ditarik setelah mengalami kerugian besar.

Minggu ini, Kim Jong-un mengunjungi akademi militer besar, mendesak pasukannya untuk memanfaatkan "pengalaman nyata peperangan modern", menurut media pemerintah Korut.

Baik Korea Utara maupun Rusia belum secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan Pyongyang berperang untuk Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Nilainya Fantastis!...
Nilainya Fantastis! Berikut Biaya Peluncuran Rudal Korea Utara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved