5 Fakta Penjara Raksasa di El Salvador, dari Dihuni Psikopat hingga Sipir Selalu Bertopeng agar Tak Dikenal

Minggu, 23 Februari 2025 - 15:09 WIB
loading...
A A A
"Jika Anda dapat menampung 10 orang, Anda dapat menampung 20 orang," kata direktur itu, sambil tersenyum dari balik masker anti-Covid-nya.

Sejak penjara dibuka pada 31 Januari 2023, BBC telah berulang kali meminta akses ke penjara raksasa tersebut.

Akhirnya, izin tersebut dikabulkan dua hari setelah Presiden Nayib Bukele mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden yang diadakan pada 4 Februari dengan lebih dari 80% suara.

Dalam pidato kemenangannya - yang disampaikan dari balkon istana presiden di hadapan khalayak yang bersorak - Tn. Bukele mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri karena telah mengubah El Salvador, yang pernah menjadi ibu kota pembunuhan di dunia, menjadi salah satu negara teraman di kawasan tersebut.

Ia juga menyerang mereka yang menuduh pemerintahannya melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Mengizinkan jurnalis internasional untuk mengunjungi penjara yang telah menjadi lambang kebijakan keamanan "tangan besinya" tampaknya merupakan upaya lain untuk memengaruhi mereka yang meragukannya.

Bagaimanapun, tidak ada kekurangan kritik dari kelompok hak asasi manusia.

El Salvador sekarang memiliki tingkat penahanan tertinggi di dunia.

Lebih dari 70.000 orang telah ditahan di bawah "keadaan darurat", tindakan darurat yang memberikan kekuasaan kejam kepada polisi dan militer yang telah berlaku selama dua tahun.

Kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional memperingatkan bahwa ribuan orang yang ditahan di bawah status pengecualian tidak memiliki hubungan yang jelas dengan kejahatan geng.

Yang lainnya dipaksa bekerja sama dengan geng - mereka bertindak sebagai pengintai atau menyembunyikan senjata atau narkoba karena takut akan keselamatan mereka, kelompok hak asasi manusia mengemukakan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved