Israel Tuding Hamas Kembalikan Jasad Sandera yang Salah

Jum'at, 21 Februari 2025 - 17:14 WIB
loading...
Israel Tuding Hamas...
Pejuang Hamas membebaskan 4 jasad sandera Israel yang tewas dibom Zionis. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Israel menuduh Hamas melepaskan "jasad tak dikenal" alih-alih jenazah seorang ibu yang meninggal dalam penahanan di Gaza bersama kedua anaknya yang masih kecil.

Menurut militer negara Zionis itu, jenazah Shiri Bibas tidak diserahkan bersama jenazah kedua putranya, Kfir dan Ariel.

Hamas melepaskan empat jenazah pada hari Kamis (20/2/2025) yang diklaimnya sebagai sandera, termasuk jenazah Shiri dan kedua putranya.

Jenazah keempat yang dilepaskan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza adalah jenazah sandera Oded Lifshitz, 83 tahun, yang keluarganya mengonfirmasi jenazahnya telah diidentifikasi.

Namun, sementara analisis forensik Israel mengonfirmasi identitas kedua anak itu, Kfir dan Ariel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan jenazah ketiga yang diterima bukanlah jenazah ibu mereka, Shiri.

"Tidak ditemukan kecocokan dengan sandera lainnya. Ini adalah jenazah anonim dan tak dikenal," ungkap pernyataan IDF.

Militer Israel menggambarkan situasi tersebut sebagai "pelanggaran yang sangat serius" oleh Hamas, menuduh kelompok tersebut gagal memenuhi kewajibannya memulangkan keempat sandera yang telah meninggal.

Mereka juga menuntut agar jenazah Shiri Bibas segera dikembalikan, beserta semua sandera yang tersisa.

Menurut IDF, anak-anak Bibas "dibunuh secara brutal" saat ditawan pada November 2023. Saat meninggal, Ariel berusia empat tahun, sementara saudaranya, Kfir, baru berusia sepuluh bulan.

Mereka dibawa bersama ibu mereka, Shiri, dari rumah mereka di Nir Oz. Ayah mereka, Yarden Bibas, diculik sebelumnya setelah berusaha melindungi keluarganya.

Dia kemudian dibebaskan pada 1 Februari 2025, sebagai bagian dari perjanjian pengembalian sandera.

Pada Jumat pagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menyatakan Hamas telah memindahkan jenazah "seorang wanita Gaza," dan menyebutnya sebagai pelanggaran perjanjian antara Israel dan Hamas.

Pembebasan hari Kamis menandai pertama kalinya Hamas mengembalikan jenazah ke Israel sejak perjanjian gencatan senjata Gaza diumumkan pada bulan Januari.

Kerangka kerja keseluruhan kesepakatan tersebut melibatkan pembebasan 33 sandera Israel dan sekitar 1.900 tahanan Palestina.

Hamas diperkirakan akan membebaskan enam sandera Israel akhir pekan ini, yang akan melengkapi fase pertama perjanjian gencatan senjata saat ini.

Kamis depan, Hamas diperkirakan akan membebaskan empat jenazah sandera tambahan.

Hamas membebaskan tiga sandera pekan lalu, termasuk seorang warga negara Rusia-Israel, Aleksander Trufanov, yang diculik bersama dengan sandera lainnya selama serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 di Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Sekitar 250 orang disandera. Dalam 15 bulan terakhir, hampir 47.000 orang di Gaza telah tewas dibunuh militer Israel, menurut otoritas kesehatan daerah kantong itu.

Baca juga: Reputasi Global Israel Anjlok dalam Indeks Soft Power, Terendah Sepanjang Sejarah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
Raja Adat dan Sultan...
Raja Adat dan Sultan Bali Temui KSP di Istana, Minta Prabowo Segera Realisasikan Bandara Bali Utara
Pigai Usul Sertifikat...
Pigai Usul Sertifikat HAM Jadi Syarat Naik Pangkat, Polri Buka Suara
Berita Terkini
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved