Reputasi Global Israel Anjlok dalam Indeks Soft Power, Terendah Sepanjang Sejarah
Kamis, 20 Februari 2025 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
“Pada akhir masa jabatan pertamanya, politik konfrontatif Donald Trump melemahkan soft power AS, sehingga membuatnya kehilangan posisi teratas dalam Indeks 2021,” ungkap Ketua Brand Finance David Haigh tentang pembacaan tahun ini.
“Sekarang, dia kembali untuk masa jabatan kedua karena AS melihat penurunan persepsi stabilitas politik dan tata kelola yang baik untuk tahun ketiga berturut-turut,” papar dia.
“Ketika dia membongkar mekanisme Soft Power tradisional seperti bantuan asing dan perdagangan bebas, ketidakpastian dan hal yang tidak terduga membayangi soft power dan reputasi global Amerika, dengan implikasi potensial untuk peringkat di masa mendatang,” ujar dia.
Sementara itu, China telah menyalip Inggris untuk pertama kalinya, mengamankan posisi kedua dengan 72,8 poin.
Hal ini mencerminkan investasi strategis Beijing dalam pengaruh global melalui inisiatif seperti proyek Sabuk dan Jalan serta upaya meningkatkan keberlanjutan dan keterlibatan internasional, menurut laporan tersebut.
Di ujung spektrum yang lain, El Salvador muncul sebagai yang paling cepat naik, melonjak 35 peringkat ke posisi ke-82, yang sebagian besar disebabkan kebijakan domestik Presiden Nayib Bukele yang agresif dan upaya pencitraan merek internasional.
Namun, Timur Tengah telah mengalami perlambatan soft power, dengan Arab Saudi (ke-20) dan Qatar (ke-22) kehilangan posisi, sementara Uni Emirat Arab (UEA) tetap menjadi pengecualian langka, bertahan di posisi ke-10 secara global.
Baca juga: Utusan Trump Datang, UEA Tegas Tolak Rencana AS Caplok Gaza
“Sekarang, dia kembali untuk masa jabatan kedua karena AS melihat penurunan persepsi stabilitas politik dan tata kelola yang baik untuk tahun ketiga berturut-turut,” papar dia.
“Ketika dia membongkar mekanisme Soft Power tradisional seperti bantuan asing dan perdagangan bebas, ketidakpastian dan hal yang tidak terduga membayangi soft power dan reputasi global Amerika, dengan implikasi potensial untuk peringkat di masa mendatang,” ujar dia.
Sementara itu, China telah menyalip Inggris untuk pertama kalinya, mengamankan posisi kedua dengan 72,8 poin.
Hal ini mencerminkan investasi strategis Beijing dalam pengaruh global melalui inisiatif seperti proyek Sabuk dan Jalan serta upaya meningkatkan keberlanjutan dan keterlibatan internasional, menurut laporan tersebut.
Di ujung spektrum yang lain, El Salvador muncul sebagai yang paling cepat naik, melonjak 35 peringkat ke posisi ke-82, yang sebagian besar disebabkan kebijakan domestik Presiden Nayib Bukele yang agresif dan upaya pencitraan merek internasional.
Namun, Timur Tengah telah mengalami perlambatan soft power, dengan Arab Saudi (ke-20) dan Qatar (ke-22) kehilangan posisi, sementara Uni Emirat Arab (UEA) tetap menjadi pengecualian langka, bertahan di posisi ke-10 secara global.
Baca juga: Utusan Trump Datang, UEA Tegas Tolak Rencana AS Caplok Gaza
(sya)
Lihat Juga :