Koalisi Sipil Global: Stop Ekspor Suku Cadang Jet Tempur Siluman F-35 ke Israel!

Kamis, 20 Februari 2025 - 10:57 WIB
loading...
Koalisi Sipil Global:...
Koalisi masyarakat sipil global mendesak semua negara menghentikan ekspor suku cadang jet tempur siluman F-35 ke Israel. Foto/via Lockheed Martin
A A A
SYDNEY - Koalisi global yang terdiri dari 232 organisasi masyarakat sipil telah mendesak mitra internasional dalam rantai pasokan jet tempur siluman F-35 untuk mengakhiri ekspor senjata mereka ke Israel.

Desakan itu muncul ketika rezim Zionis Israel sedang menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).

Pusat Keadilan Internasional Australia (ACIJ) mengatakan bahwa koalisi mendesak semua mitra pemerintah dalam rantai pasokan jet tempur F-35, termasuk pemerintah Australia, untuk segera menghentikan semua transfer langsung dan tidak langsung suku cadang dan komponen F-35 ke Israel sesuai dengan kewajiban hukum internasional mereka.

Baca Juga: Sangkal Dilumpuhkan Jet Siluman F-35 Israel, Iran Tunjukkan Sistem Rudal S-300 Rusia

"Negara-negara mitra F-35, termasuk Australia, Kanada, Denmark, Italia, Belanda, Norwegia, Inggris, dan AS, sejauh ini menolak untuk berhenti mengekspor suku cadang dan komponen yang diproduksi di negara mereka untuk digunakan dalam jet tempur F-35, meskipun pada akhirnya digunakan oleh Israel dalam serangan udara yang telah menyebabkan kerusakan yang menghancurkan dan tidak dapat diperbaiki bagi warga Palestina di Gaza," kata ACIJ.

Penandatangan seruan bersama tersebut termasuk organisasi dari Eropa, Amerika, dan Asia, serta dunia Arab.

Afrika Selatan adalah negara pertama yang menggugat Israel ke ICJ atas perang genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 48.000 orang dan menghancurkan daerah kantong Palestina itu menjadi puing-puing.

Perang mereda di Gaza setelah gencatan senjata disepakati Israel dan Hamas sejak 19 Januari.

“Rapuhnya gencatan senjata Gaza menggarisbawahi risiko pelanggaran lebih lanjut dan perlunya menghentikan ekspor senjata ke Israel, termasuk F-35,” kata koalisi tersebut.

“Hal ini juga disorot oleh penggunaan jet tempur militer ilegal Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, khususnya Jenin," imbuhnya.

ACIJ mengatakan penggunaan jet tempur F-35 oleh Israel—dengan suku cadang tunggal buatan Australia—dalam pengeboman skala besar terhadap warga Palestina di Gaza telah didokumentasikan secara publik.

“Dalam salah satu contoh tersebut, jet F-35 digunakan oleh Israel pada bulan Juli 2024 untuk menjatuhkan tiga bom seberat 2.000 pound di Al-Mawasi di Khan Younis, Gaza, yang disebut sebagai ‘zona aman’, yang menewaskan 90 warga Palestina,” ungkapnya.

Ditambahkannya, banyak organisasi masyarakat sipil di sejumlah yurisdiksi mitra F-35 telah memulai tindakan hukum untuk menentang ekspor langsung dan tidak langsung suku cadang dan komponen dalam rantai pasokan F-35 ke Israel, dengan tujuan meminta pertanggungjawaban pemerintah.

ACIJ sendiri telah mengajukan satu gugatan hukum semacam itu di Australia.

Sosiolog Jake Lynch mengatakan kepada Anadolu bahwa perusahaan kedirgantaraan Ferra Australia adalah satu-satunya pemasok komponen penting dalam rantai pasokan global F-35. "Dan dari AS atau Inggris, hampir dapat dipastikan komponen itu kemudian diekspor ke Israel," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Inggris dan Australia telah menyatakan bahwa tidak ada embargo senjata atas ekspor ke Israel yang akan mencakup rantai pasokan F-35, karena khawatir akan membuat marah AS.

Dia mencatat bahwa pabrik Ferra di Brisbane menjadi sasaran aksi protes rutin atas hal ini.

Lynch, yang mengajar di Universitas Sydney, menyesalkan bahwa masyarakat Australia sedang terdegradasi karena konsensus politik, di antara partai-partai pemerintah, untuk kerja sama militer dengan AS, yang berarti bersekutu dengan Israel apa pun yang terjadi.

Rita Jabri Markwell, seorang pengacara di Birchgrove Legal di Sydney, mengatakan kepada Anadolu bahwa sejak 7 Oktober 2023, pemerintah Australia telah menginvestasikan USD13,785 miliar di perusahaan-perusahaan yang masuk daftar hitam PBB karena transfer senjata ke Israel.

"Australia gagal memenuhi kewajiban mengikatnya untuk mencegah genosida sambil memberi penghargaan kepada mereka yang bertanggung jawab dengan kontrak yang menguntungkan," kata Markwell dalam sebuah wawancara email, yang dilansir Kamis (20/2/2025).

Dia mengklarifikasi bahwa Australia "mengikat" untuk mencegah genosida. "Genosida berbeda dari kejahatan lainnya karena...ada kewajiban mengikat bagi negara-negara tidak hanya untuk menghukumnya tetapi juga untuk mencegahnya," katanya.

Dia mengatakan bahwa perintah yang dikeluarkan oleh ICJ pada 26 Januari tahun lalu dan peringatan yang dikeluarkan oleh PBB kepada semua negara anggota pada 23 Februari dan 20 Juni tahun lalu "menegaskan" bahwa tugas ini sekarang berlaku.

"Transaksi yang sedang berlangsung ini mengungkap adanya konflik kepentingan yang signifikan, yang mencegah pemerintah Australia untuk menjatuhkan sanksi," jelas Markwell.

"Memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan ini kemungkinan akan memicu penyelidikan ketat atas alasan pemerintah mengalokasikan miliaran dolar kepada mereka meskipun sepenuhnya menyadari situasi tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang penyalahgunaan dana dan kekuasaan publik serta penghindaran kewajiban hukum untuk mempertahankan kelangsungan hidup politik," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved