Ini Penampakan Kerusakan Kapal Induk Nuklir AS usai Tabrakan dengan Kapal Kargo

Selasa, 18 Februari 2025 - 10:13 WIB
loading...
Ini Penampakan Kerusakan...
Penampakan kerusakan kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman Angkatan Laut AS usai tabrakan dengan kapal kargo di Laut Mediterania. Foto/MC1 Cody Beam/US Naval Forces
A A A
KAIRO - Beberapa foto menunjukkan kerusakan pada kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman Amerika Serikat (AS) akibat tabrakan dengan kapal kargo di Laut Mediterania pekan lalu.

Foto-foto tersebut dirilis Angkatan Laut Amerika. Itu diambil ketika kapal induk tersebut berlabuh di fasilitas Angkatan Laut AS di Teluk Souda, Yunani, untuk perbaikan.

Kerusakan terlihat pada bagian kanan luar kapal induk yang berukuran panjang 1.100 kaki tersebut.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Harry S Truman Amerika Tabrakan dengan Kapal Kargo

"Area yang rusak termasuk dinding luar dari dua ruang penyimpanan dan ruang perawatan, ruang penanganan jalur, buritan, dan platform di atas salah satu ruang penyimpanan," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan, yang dilansir CNN, Selasa (18/2/2025).

Pernyataan itu mengeklaim tidak ada kerusakan yang memengaruhi kemampuan tempur kapal, seraya menambahkan bahwa USS Harry S Truman telah melakukan operasi penerbangan jet tempur sejak kecelakaan pada Rabu malam lalu.

Namun, Angkatan Laut AS mengatakan sebuah tim yang terdiri dari insinyur struktur dan arsitek Angkatan Laut sedang melakukan penilaian terperinci atas kerusakan itu dan akan menerapkan rencana perbaikan—tanpa memberikan jadwal perbaikan.

USS Harry S Truman bertabrakan dengan kapal kargo Besiktas-M berbendera Panama sepanjang 617 kaki di perairan sibuk dekat Terusan Suez di lepas pantai Port Said, Mesir.

Kapal kargo tersebut juga rusak, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan di kedua kapal, menurut Angkatan Laut AS.

Mantan kapten Angkatan Laut AS Carl Schuster, seorang instruktur di Universitas Hawaii Pasifik, mengatakan kondisi seperti itu tidak banyak memberi ruang untuk kesalahan.

"Tidak banyak ruang untuk bermanuver di jalur laut yang terbatas, dan kedua kapal membutuhkan sekitar satu mil laut untuk berhenti," kata Schuster.

Menurutnya, kesalahan navigasi kecil, salah membaca maksud kapal lain, atau keterlambatan pengambilan keputusan dari awak salah satu kapal dapat dengan cepat membahayakan mereka dengan sangat sedikit pilihan yang layak.

Sebelum tabrakan, USS Harry S Truman berada di Teluk Souda untuk "kunjungan kerja ke pelabuhan" setelah dua bulan operasi tempur di wilayah Komando Pusat (CENTCOM), kata Angkatan Laut.

Selama waktu itu, kapal itu melakukan beberapa serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman dan melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Somalia, imbuh Angkatan Laut Amerika.

Laksamana Muda Sean Bailey, komandan kelompok penyerang kapal induk Harrys S Truman, yang mencakup kapal penjelajah berpeluru kendali dan tiga kapal perusak, mengatakan kapal itu tetap beroperasi di seluruh wilayah.

"Misi kami tidak berubah dan kami tetap berkomitmen untuk menanggapi tantangan apa pun dalam lingkungan keamanan global yang dinamis ini," kata Bailey dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved