AS Ingin Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke India, Negara Islam Bersenjata Nuklir Ini Geram

Minggu, 16 Februari 2025 - 06:18 WIB
loading...
AS Ingin Jual Jet Tempur...
AS ingin jual jet tempur siluman F-35 ke India, Pakistan geram. Foto/Lockheed Martin
A A A
ISLAMABAD - Pakistan, satu-satunya negara Islam yang bersenjata nuklir, telah menyuarakan kegeramannya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka jalan bagi Amerika untuk menjual jet tempur siluman F-35 kepada India.

Islamabad mendesak masyarakat internasional untuk mempertimbangkan implikasi keamanan regional, memperingatkan bahwa langkah Trump tersebut dapat memengaruhi keseimbangan militer dan stabilitas strategis di Asia Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Shafqat Ali Khan, telah membahas masalah tersebut dalam jumpa pers mingguan pada hari Jumat.

“Pakistan sangat prihatin atas rencana transfer teknologi militer canggih ke India. Langkah-langkah tersebut memperparah ketidakseimbangan militer di kawasan tersebut dan merusak stabilitas strategis,” katanya, sebagaimana dikutip dari DAWN, Minggu (16/2/2025).

Baca Juga: Donald Trump Buka Jalan AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke India

“Langkah-langkah tersebut tetap tidak membantu dalam mencapai tujuan perdamaian abadi di Asia Selatan. Kami mendesak mitra internasional kami untuk mengambil pandangan holistik dan objektif tentang masalah perdamaian dan keamanan di Asia Selatan dan menahan diri dari mendukung posisi yang berat sebelah dan menyimpang dari kenyataan di lapangan,” imbuh dia.

Selama pertemuan dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada Kamis lalu, Trump mengumumkan rencana untuk meningkatkan penjualan militer ke India, yang dapat mencakup jet tempur siluman F-35.

Pengumuman tersebut muncul sebagai bagian dari kerja sama pertahanan India-AS yang semakin berkembang, di mana Trump dan Modi membahas peningkatan kolaborasi militer.

Berbicara dalam jumpa pers bersama, Trump mengatakan, "Mulai tahun ini, kami akan meningkatkan penjualan militer ke India hingga miliaran dolar. Kami juga membuka jalan untuk akhirnya menyediakan F-35, pesawat tempur siluman bagi India."

Khan menyatakan ketidaksetujuan Pakistan terhadap langkah Trump tersebut. “Kami terkejut referensi tersebut telah ditambahkan ke pernyataan bersama meskipun Pakistan telah bekerja sama dalam penanggulangan terorisme dengan AS.”

“Pakistan juga tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya penanggulangan terorisme, menangani masalah terorisme, termasuk tindakan terorisme yang dilakukan oleh unsur-unsur asing,” paparnya.

“Kami menganggap referensi khusus Pakistan dalam pernyataan bersama India-AS pada 13 Februari 2025, sebagai sesuatu yang sepihak, menyesatkan, dan bertentangan dengan norma-norma diplomatik.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengklarifikasi bahwa meskipun diskusi sedang berlangsung, belum ada kesepakatan formal yang dibuat terkait pembelian F-35.

"Terkait penjualan militer ke India, ada proses akuisisi platform. Dalam kebanyakan kasus, permintaan proposal diajukan. Ada tanggapan terhadapnya. Tanggapan dievaluasi. Saya rasa sehubungan dengan akuisisi platform penerbangan canggih oleh India, proses itu belum dimulai. Jadi, saat ini ini adalah sesuatu yang berada pada tahap proposal. Namun, saya rasa proses formal dalam hal ini belum dimulai," katanya.

Sebagai bagian dari kemitraan strategis mereka, India dan AS telah mengumumkan pembentukan Aliansi Industri Sistem Otonom (ASIA), yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan bersama sistem pertahanan canggih, khususnya dalam kesadaran domain bawah laut.

India dan Pakistan, yang sama-sama bersenjata nuklir, telah beberapa kali terlibat pertikaian terkait sengketa perbatasan. Keduanya juga berlomba dalam pengembangan senjata canggih.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved