Rencana Trump untuk Ukraina bisa Bikin Uni Eropa Tekor Rp50.234 Triliun

Jum'at, 14 Februari 2025 - 20:15 WIB
loading...
Rencana Trump untuk...
Tentara Ukraina berperang melawan pasukan Rusia. Foto/anadolu
A A A
BRUSSEL - Uni Eropa (UE) menghadapi biaya tambahan sebesar USD3,1 triliun (Rp50.234 triliun) selama dekade berikutnya jika ingin mendukung Ukraina tanpa bantuan Amerika Serikat (AS).

Saat ini negara-negara anggota UE juga sedang disibukkan untuk membangun militer mereka sendiri, menurut peringatan ekonom Bloomberg.

Laporan tersebut menyusul peringatan terbaru dari Washington mengenai pemotongan dana untuk Kiev.

Presiden Donald Trump juga telah memperingatkan AS dapat memangkas pengeluaran NATO kecuali anggota Eropa setuju meningkatkan kontribusi mereka sendiri dari 2% menjadi 5% dari PDB.

Pada pertemuan dengan rekan-rekannya di NATO di Brussels pada hari Rabu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kembali peringatan ini.

Dia mengatakan anggota Eropa harus memikul beban untuk menyediakan "bagian yang sangat besar dari bantuan mematikan dan tidak mematikan di masa mendatang untuk Ukraina" dan "mengambil alih kepemilikan keamanan konvensional di benua itu."

Dia mencatat AS tidak akan lagi "berfokus terutama pada keamanan Eropa" dan sebaliknya akan berupaya mengamankan perbatasannya sendiri.

Setelah pidato Hegseth, para ekonom Bloomberg mencoba menghitung berapa banyak negara Eropa harus mengeluarkan uang untuk mendukung Ukraina melalui potensi perundingan damai dengan Rusia dan rekonstruksi, serta perombakan militer mereka sendiri.

Mereka memperkirakan membangun kembali militer Ukraina dapat menghabiskan biaya sekitar USD175 miliar selama dekade berikutnya, tergantung pada realitas negara dan teritorialnya saat penyelesaian dengan Rusia tercapai.

Sebanyak USD30 miliar lainnya akan diperlukan untuk pasukan penjaga perdamaian berkekuatan 40.000 orang selama periode yang sama, menurut mereka.

Pertimbangan ini sejalan dengan laporan kesepakatan damai potensial dapat mencakup pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut.

Sekitar USD230 miliar lebih akan dibutuhkan untuk merekonstruksi bangunan dan infrastruktur di Ukraina yang rusak selama konflik, menurut perkiraan mereka.

Namun, menurut Bloomberg, sebagian besar uang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan militer negara-negara anggota UE, termasuk membangun persediaan artileri, meningkatkan pertahanan udara, memperkuat perbatasan timur blok tersebut, dan meningkatkan industri pertahanan Eropa.

Meskipun Trump menyerukan hal tersebut, diskusi di antara anggota NATO Eropa menunjukkan mereka menganggap target belanja pertahanan sebesar 5% dari PDB tidak realistis, dan berencana meningkatkan anggaran pertahanan agregat menjadi sekitar 3,5% dari PDB.

Hal ini akan membebani lima anggota NATO Eropa terbesar sebesar USD2,7 triliun tambahan selama dekade berikutnya, menurut perkiraan para ekonom.

Media berita tersebut mencatat akan menjadi tantangan bagi negara-negara UE untuk memobilisasi sumber daya dalam skala ini, dan kemungkinan akan memaksa pemerintah Eropa merestrukturisasi anggaran mereka dan menyetujui penerbitan utang bersama.

Publikasi tersebut memperingatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan blok tersebut kemungkinan akan paling menderita akibat beban tersebut.

Baca juga: Trump ingin Rusia Kembali ke G8, Tuding Biden Picu Perang Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved