Snowden Menang, Penyadapan Massal NSA Dinyatakan Melanggar Hukum
Kamis, 03 September 2020 - 13:47 WIB
loading...
Edward Snowden memberi isyarat saat dia berbicara melalui live streaming di Web Summit di Lisbon, Portugal, 4 November 2019. Foto/REUTERS/Rafael Marchante/File Photo
A
A
A
WASHINGTON - Tujuh tahun setelah mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat (AS) Edward Snowden mengungkap "mass surveillance" termasuk penyadapan massal telepon warga Amerika, pengadilan banding menyatakan program itu melanggar hukum atau ilegal. Putusan ini jadi kemenangan Snowden dan orang-orang Amerika lain yang menentang penyadapan massal sebagai pelanggaran privasi.
Dalam putusan yang dijatuhkan pada Rabu, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan mengatakan jaringan telepon tanpa jaminan yang secara diam-diam mengumpulkan jutaan catatan telepon orang Amerika melanggar Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing dan kemungkinan inkonstitusional.
Snowden , yang melarikan diri ke Rusia setelah pengungkapan tahun 2013 dan masih menghadapi tuduhan spionase AS, mengatakan di Twitter bahwa putusan itu adalah pembenaran keputusannya untuk go public dengan bukti operasi penyadapan domestik NSA . (Baca: Trump Pertimbangkan Ampuni Snowden )
"Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan hidup untuk melihat pengadilan kami mengutuk kegiatan NSA sebagai melanggar hukum dan dalam putusan yang sama memuji saya karena mengekspos mereka," kata Snowden dalam pesan yang di-posting di Twitter, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/9/2020).
Bukti bahwa NSA diam-diam membangun database besar catatan telepon AS—siapa, bagaimana, kapan, dan di mana jutaan panggilan seluler—adalah yang pertama dan bisa dibilang yang paling eksplosif dari pengungkapan Snowden yang diterbitkan oleh surat kabar The Guardian pada 2013.
Dalam putusan yang dijatuhkan pada Rabu, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan mengatakan jaringan telepon tanpa jaminan yang secara diam-diam mengumpulkan jutaan catatan telepon orang Amerika melanggar Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing dan kemungkinan inkonstitusional.
Snowden , yang melarikan diri ke Rusia setelah pengungkapan tahun 2013 dan masih menghadapi tuduhan spionase AS, mengatakan di Twitter bahwa putusan itu adalah pembenaran keputusannya untuk go public dengan bukti operasi penyadapan domestik NSA . (Baca: Trump Pertimbangkan Ampuni Snowden )
"Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan hidup untuk melihat pengadilan kami mengutuk kegiatan NSA sebagai melanggar hukum dan dalam putusan yang sama memuji saya karena mengekspos mereka," kata Snowden dalam pesan yang di-posting di Twitter, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/9/2020).
Bukti bahwa NSA diam-diam membangun database besar catatan telepon AS—siapa, bagaimana, kapan, dan di mana jutaan panggilan seluler—adalah yang pertama dan bisa dibilang yang paling eksplosif dari pengungkapan Snowden yang diterbitkan oleh surat kabar The Guardian pada 2013.
Lihat Juga :