Paspor Dicabut AS, Snowden: Saya Terpenjara di Rusia

Kamis, 24 Oktober 2019 - 17:40 WIB
Paspor Dicabut AS, Snowden:...
Paspor Dicabut AS, Snowden: Saya Terpenjara di Rusia
A A A
MOSKOW - Mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) atau NSA, Edward Snowden, yang diberikan suaka di Rusia, mengatakan, ia adalah seorang kritikus kebijakan Moskow. Snowden lalu menyebut dia percaya bahwa ia terjebak di Rusia karena AS telah membatalkan paspornya.

"Saya telah lama mengkritik pemerintah Rusia. Saya telah mengkritik Presiden Rusia dengan namanya, saya mengkritik hukum pengawasan Rusia," ucap Snowden, seperti dilansir Tass pada Kamis (24/10/2019).

"Lihat, itu tidak membuat hidup saya lebih mudah, terjebak di negara yang tidak saya pilih, dan orang-orang tidak ingat ini, saya sebenarnya sedang dalam perjalanan ke Amerika Latin ketika pemerintah AS membatalkan paspor saya, yang menjebak saya di Rusia," sambungnya.

Dia lalu mengatakan, pada dasarnya sulit untuk terlibat dalam oposisi sipil terhadap kebijakan pemerintah AS dan bersamaan juga menjadi oposisi di Rusia. "Ini hal yang sulit, Anda tahu, itu bukan hal yang bahagia, tapi saya merasa itu hal yang perlu," ungkapnya.

Pada 2013, Snowden membocorkan informasi tentang metode pengawasan elektronik oleh badan intelijen AS, termasuk menyadap secara tidak sah percakapan para pemimpin asing.

Melarikan diri dari penuntutan, Snowden mengirim permintaan suaka ke beberapa negara, termasuk Rusia. Pada 1 Agustus 2014, ia menerima izin tinggal Rusia yang berlaku selama tiga tahun, yang kemudian diperpanjang untuk tiga tahun berikutnya.

Di AS, Snowden telah didakwa dengan dua tuduhan melanggar Undang-Undang Spionase. Dia mungkin menghadapi hingga 10 tahun di balik jeruji dalam setiap dakwaan. Pihak berwenang AS telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menganggap Snowden sebagai pengkhianat dan tidak akan memaafkannya, karena ia telah menyebabkan kerusakan parah bagi kepentingan keamanan nasional.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Arab Saudi dan 14 Negara...
Arab Saudi dan 14 Negara Islam Lainnya Kutuk Pembukaan Kedubes Somaliland di Yerusalem
52 menit yang lalu
Balas Dendam, Rusia...
Balas Dendam, Rusia Luncurkan 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggihnya ke Wilayah Ukraina
2 jam yang lalu
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Iran Tak Buat Komitmen...
Iran Tak Buat Komitmen Terkait Nuklir, tapi AS Klaim Tujuan Epic Fury Tercapai
4 jam yang lalu
Pangeran MBS dan Pemimpin...
Pangeran MBS dan Pemimpin Arab Berpartisipasi dalam Panggilan Telepon Bersama Trump
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Akan Dibuka,...
Selat Hormuz Akan Dibuka, Trump: Kesepakatan dengan Iran Dinegosiasikan
6 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved