Arab Saudi Tegaskan Dukung Pendirian Negara Palestina
Rabu, 12 Februari 2025 - 08:44 WIB
loading...
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Foto/tasnim
A
A
A
RIYADH - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi menegaskan Kerajaan Arab Saudi memiliki sikap yang tegas dan tak tergoyahkan dalam mendukung pendirian negara Palestina.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud dengan jelas dan tegas menegaskan kembali sikap ini dalam pidatonya saat pembukaan sidang pertama periode kesembilan Dewan Syura pada 18 September 2024.
“Yang Mulia menekankan Arab Saudi akan terus berupaya tanpa henti untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa hal tersebut,” papar pernyataan Kemlu Saudi.
Mohammed bin Salman juga kembali menegaskan posisi tegas ini selama KTT Luar Biasa Arab-Islam di Riyadh pada 11 November 2024.
Dia menekankan kelanjutan upaya mendirikan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta menuntut diakhirinya pendudukan Israel atas tanah Palestina.
Putra Mahkota Saudi juga mendesak lebih banyak negara pencinta perdamaian untuk mengakui Negara Palestina, serta menekankan pentingnya menggerakkan komunitas internasional dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina, sebagaimana yang dinyatakan dalam resolusi Majelis Umum PBB yang mengakui kelayakan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.
Kerajaan Arab Saudi juga menegaskan kembali penolakannya yang tegas terhadap segala pelanggaran terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, baik melalui kebijakan permukiman Israel, aneksasi tanah, maupun upaya untuk menggusur rakyat Palestina dari tanah mereka.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud dengan jelas dan tegas menegaskan kembali sikap ini dalam pidatonya saat pembukaan sidang pertama periode kesembilan Dewan Syura pada 18 September 2024.
“Yang Mulia menekankan Arab Saudi akan terus berupaya tanpa henti untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa hal tersebut,” papar pernyataan Kemlu Saudi.
Mohammed bin Salman juga kembali menegaskan posisi tegas ini selama KTT Luar Biasa Arab-Islam di Riyadh pada 11 November 2024.
Dia menekankan kelanjutan upaya mendirikan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta menuntut diakhirinya pendudukan Israel atas tanah Palestina.
Putra Mahkota Saudi juga mendesak lebih banyak negara pencinta perdamaian untuk mengakui Negara Palestina, serta menekankan pentingnya menggerakkan komunitas internasional dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina, sebagaimana yang dinyatakan dalam resolusi Majelis Umum PBB yang mengakui kelayakan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.
Kerajaan Arab Saudi juga menegaskan kembali penolakannya yang tegas terhadap segala pelanggaran terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, baik melalui kebijakan permukiman Israel, aneksasi tanah, maupun upaya untuk menggusur rakyat Palestina dari tanah mereka.
Lihat Juga :