Eks Jenderal Zionis: Israel Hadapi Ancaman Eksistensial Selevel Serangan Nuklir

Selasa, 11 Februari 2025 - 14:21 WIB
loading...
Eks Jenderal Zionis:...
Mayor Jenderal (Purn) Itzhak Brik memperingatkan Israel menghadapi ancaman eksistensial yang selevel dengan serangan nuklir. Foto/The Aviationist
A A A
TEL AVIV - Seorang pensiunan jenderal Zionis Israel memperingatkan bahwa negaranya menghadapi ancaman eksistensial, dengan rentetan rudal yang mampu menyebabkan kehancuran yang mirip dengan serangan nuklir.

Mayor Jenderal (Purn) Itzhak Brik mengeluarkan peringatan keras tersebut pada hari Senin. Menurutnya, ancaman itu tidak akan terjadi jika ada perubahan kepemimpinan segera di Israel.

Dalam sebuah artikel untuk surat kabar Maariv, Brik mengkritik kepemimpinan militer dan politik Israel saat ini, menyerukan penggantian mereka segera untuk mempersiapkan apa yang dia lihat sebagai tantangan keamanan paling parah dalam sejarah negara Yahudi tersebut.

Baca Juga: Eks Penasihat Pentagon: Israel Tak Bisa Hancurkan Hamas Secara Militer

Brik menyoroti semakin banyaknya persenjataan rudal, roket, dan pesawat nirawak yang dimiliki oleh Iran dan sekutunya, dan memperingatkan bahwa dalam perang regional di masa mendatang, Israel dapat menjadi sasaran ribuan serangan setiap hari.

“Rudal presisi yang diproduksi musuh kita memiliki hulu ledak yang beratnya masing-masing ratusan kilogram, dan tingkat produksinya memusingkan,” tulis Brik.

“Negara Israel hampir berada di tengah-tengah perang regional dan membahayakan keberadaannya,” lanjut Brik, dengan alasan bahwa situasi pada 7 Oktober 2023—ketika Hamas melancarkan serangannya—dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas jika Hizbullah memutuskan untuk ikut serta.

Dia menuduh para pemimpin Israel mengandalkan “keajaiban” daripada kesiapan militer untuk mencegah bencana.

“Negara yang mengandalkan keajaiban dan bukan pada kemampuan militer yang nyata tidak akan bertahan lama,” imbuh Brik.

Brik juga mengungkapkan bahwa setelah serangan 7 Oktober, para pemimpin militer Israel, termasuk Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi dan Menteri Pertahanan saat itu Yoav Gallant, mendorong perang segera melawan Hizbullah selain operasi Gaza.

Dia menggambarkan usulan tersebut sebagai tindakan yang gegabah, memperingatkan bahwa tentara Israel dan garis depan Israel tidak siap menghadapi potensi kehancuran yang dapat ditimbulkan oleh perang semacam itu.

Jenderal yang telah pensiun tersebut mengungkapkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap lembaga keamanan Israel, dengan mengatakan bahwa pejabat yang sama yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober masih bertanggung jawab dan terus membuat keputusan yang salah arah.

Dia mengkritik apa yang disebutnya sebagai "kesombongan, keangkuhan, dan keterputusan mereka dari kenyataan," seraya menambahkan bahwa mereka tidak belajar apa pun dari kegagalan di Gaza.

Brik memperingatkan bahwa seruan untuk aksi militer terhadap Hizbullah, yang digaungkan oleh para pemimpin politik dan militer, berisiko menjerumuskan Israel ke dalam perang dahsyat yang bisa jauh lebih buruk daripada konflik baru-baru ini di Gaza.

Lebih lanjut, Brik mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena membuat pernyataan yang menurutnya tidak berdasar, dengan alasan bahwa anggota pemerintah kurang memiliki pengetahuan yang memadai tentang masalah keamanan.

“Untuk memimpin perubahan yang dibutuhkan segera, dan agar kita dapat bertahan hidup di masa depan dan bahkan menang dalam perang regional—proses penggantian komando senior di Staf Umum dan eselon politik harus dimulai sekarang,” katanya.

“Perang telah menjadi perang berkelanjutan yang dapat berlangsung sangat lama dengan intensitas rendah atau tinggi,” tulisnya, menekankan bahwa tidak ada waktu yang terbuang untuk membangun kembali pertahanan Israel.

Sampai perubahan kepemimpinan diberlakukan, dia memperingatkan, Israel akan tetap rentan terhadap krisis eksistensial.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved