Negara Ini Eksekusi Mati 102 Bandit, 70 Lainnya Segera Menyusul

Selasa, 11 Februari 2025 - 12:38 WIB
loading...
A A A
“Perang melawan geng perkotaan harus berjalan seiring dengan upaya untuk memerangi kemiskinan, pengangguran, dan pengucilan sosial, yang sering kali menjadi faktor penyebab kejahatan," paparnya, yang dilansir AP, Selasa (11/2/2025).

Direktur regional Amnesty International untuk Afrika Timur dan Selatan, Tigere Chagutah, mengatakan tahun lalu bahwa keputusan tersebut membahayakan nyawa ratusan orang yang telah dijatuhi hukuman mati.

“Keputusan pemerintah untuk mengembalikan eksekusi adalah ketidakadilan besar bagi orang-orang yang dijatuhi hukuman mati di Republik Demokratik Kongo dan menunjukkan pengabaian yang tidak berperasaan terhadap hak untuk hidup,” kata Chagutah.

“Ini adalah langkah mundur yang besar bagi negara ini dan pertanda lebih lanjut bahwa pemerintahan Tshisekedi mengingkari komitmennya untuk menghormati hak asasi manusia," ujarnya.

“Baik mereka yang dijatuhi hukuman mati adalah anggota tentara atau polisi nasional, anggota kelompok bersenjata atau terlibat dalam kekerasan geng, setiap orang memiliki hak untuk hidup dan hak tersebut harus dilindungi," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Korupsi, 2 Eks Menhan...
Korupsi, 2 Eks Menhan China Dijatuhi Hukuman Mati
Kue Ultah Menteri Israel...
Kue Ultah Menteri Israel Bergambar Tali Gantungan, Rayakan Hukuman Mati Tawanan Palestina
1.639 Orang Dieksekusi...
1.639 Orang Dieksekusi pada 2025 di Iran, Tahun Ini Diprediksi Melonjak Drastis
Parlemen Israel Sahkan...
Parlemen Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Anggota Kongres AS Murka
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved