Terungkap, Ini Detail Serangan yang Nyaris Tewaskan Novelis Ayat-ayat Setan Salman Rushdie

Selasa, 11 Februari 2025 - 08:39 WIB
loading...
A A A
"Mereka berasumsi tentang Matar yang memengaruhi cara mereka menyelidiki," ujarnya.

Sejumlah besar media telah berkumpul di kota resor tepi danau kecil Mayville di dekat perbatasan Kanada untuk mengikuti persidangan.

Tim pembela Matar meminta penundaan dalam kasus tersebut karena pengacara utamanya telah dirawat di rumah sakit, tetapi hakim David Foley menolaknya.

Pihak Matar sebelumnya telah berusaha agar persidangan dipindahkan dari Mayville, dekat tempat Rushdie diserang, dengan alasan bahwa persidangan yang adil dari 12 hakim dan empat orang pengganti yang direkrut dari daerah setempat tidak mungkin dilakukan.

Rushdie hidup menyendiri di London selama dekade pertama setelah fatwa mati dikeluarkan, tetapi selama 20 tahun terakhir—hingga serangan itu terjadi—dia menjalani kehidupan yang relatif normal di New York.

Rushdie tidak hadir di pengadilan pada hari Senin.

Tahun lalu, dia menerbitkan memoar berjudul "Knife" yang menceritakan pengalamannya yang hampir mati.

"Mengapa saya tidak melawan? Mengapa saya tidak lari? Saya hanya berdiri di sana," tulis Rushdie.

Iran telah membantah adanya hubungan dengan penyerang—tetapi mengatakan hanya Rushdie yang harus disalahkan atas insiden tersebut.

"Saya bangga dengan pekerjaan yang telah saya lakukan, dan itu termasuk 'The Satanic Verses'. Jika ada yang mencari penyesalan, Anda dapat berhenti membaca di sini," tulis Rushdie.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved