Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?

Senin, 10 Februari 2025 - 12:56 WIB
loading...
Jadi Sorotan Dunia,...
Kedekatan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah memicu berbagai spekulasi. Foto/via NDTV
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan dua tokoh yang sering menjadi sorotan dunia internasional. Keduanya telah menjadi berita utama terkait upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Sejak Trump menjabat sebagai presiden AS untuk periode pertama, hubungannya dengan Putin kerap dipandang sebagai relasi unik dan penuh spekulasi.

Keduanya sering memuji satu sama lain dan menunjukkan keakraban dalam pertemuan-pertemuan publik.

Keduanya masih terus saling memuji, meski belum bertemu lagi sejak Trump menjabat sebagai presiden AS untuk kedua kalinya.

Baca Juga: Ini Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Trump dan Putin Sahabat Dekat atau Taktik Geopolitik Semata?

1. Aksi Saling Memuji


Sejak awal kampanye presiden Trump pada 2016, Putin memberikan komentar positif terhadap Trump. Putin memuji Trump sebagai seorang pemimpin yang realistis dan berbicara dengan cara yang menarik bagi sebagian besar orang Amerika.

Trump, di sisi lain, sering kali memuji Putin atas gaya kepemimpinannya yang kuat dan tegas, bahkan mengatakan bahwa Putin adalah pemimpin yang lebih baik daripada banyak pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden AS saat itu, Barack Obama.

"Saya pikir Putin adalah pemimpin yang sangat kuat. Saya sangat menghormati cara dia memimpin negara," puji Trump di masa kepresidenan pertamanya.

Aksi saling memuji ini memunculkan spekulasi bahwa keduanya mungkin memiliki hubungan yang lebih dekat daripada yang biasanya terjadi antara pemimpin dua negara besar seperti AS dan Rusia.

Ketika Trump berjuang untuk berkuasa kembali menggantikan Presiden Joe Biden, Putin memujinya. Contoh, ketika Trump lolos dari upaya pembunuhan selama kampanye, Putin menyebutnya sebagai sosok pemberani.

2. Pertemuan dan Dialog


Trump dan Putin bertemu beberapa kali selama masa kepresidenan pertama Trump, salah satunya adalah pada KTT Helsinki 2018.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam hubungan AS-Rusia.

Trump, dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa dia lebih percaya pada kata-kata Putin daripada pada badan-badan intelijen AS terkait tuduhan intervensi Rusia dalam Pemilu AS 2016.

Pernyataan Trump tersebut mendapat kritik keras dari kalangan politisi di AS, bahkan dari banyak anggota Partai Republik, karena dianggap terlalu mendukung Rusia dan meremehkan lembaga-lembaga keamanan Amerika.

Namun, meskipun pertemuan-pertemuan mereka sering kali tampak ramah, hubungan antara kedua negara tetap dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Isu-isu seperti krisis Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu AS tetap menjadi hambatan besar dalam hubungan mereka.

3. Dinamika Keuntungan Geopolitik


Meskipun Trump memuji Putin dan keduanya sering terlihat ramah, penting untuk memahami bahwa hubungan ini lebih terkait dengan keuntungan geopolitik daripada hubungan pribadi yang mendalam.

Trump, selama masa jabatannya, sering mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia, terutama di bidang ekonomi dan militer.

Dia melihat hubungan yang lebih baik dengan Rusia sebagai keuntungan bagi Amerika Serikat dalam konteks persaingan dengan kekuatan besar lain, seperti China.

Di sisi lain, Putin melihat hubungan dengan Trump sebagai kesempatan untuk memperbaiki posisi Rusia di kancah internasional dan mengurangi isolasi akibat sanksi internasional yang diterapkan oleh Barat.

Bagi Putin, hubungan yang baik dengan AS dapat membuka peluang bagi Rusia untuk memperluas pengaruhnya di kawasan-kawasan strategis.

4. Kontroversi dan Isu-isu Internal


Meskipun hubungan Trump dengan Putin sering kali terlihat akrab, ada banyak kontroversi yang mengelilingi keduanya, terutama terkait dengan dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu AS 2016.

Investigasi oleh Special Counsel Robert Mueller menyelidiki kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dan Rusia, meskipun akhirnya tidak menemukan bukti yang cukup untuk menuntut Trump.

Namun, hubungan Trump dengan Putin tidak selalu berjalan mulus. Pada beberapa titik, kebijakan luar negeri AS, terutama terkait dengan sanksi terhadap Rusia, serta kebijakan di Timur Tengah, seringkali menunjukkan ketegangan yang signifikan.

Oleh karena itu, meskipun ada penghargaan timbal balik antara kedua pemimpin, hubungan mereka lebih bersifat pragmatis dan dipengaruhi oleh kepentingan politik masing-masing negara.

5. Pandangan Politik dan Ideologi


Trump dan Putin memiliki beberapa kesamaan dalam pandangan politik, terutama dalam hal nasionalisme dan otoritarianisme.

Keduanya sering menekankan pentingnya kekuatan negara dan kebijakan yang mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya. Ini membuat keduanya tampak serasi dalam beberapa hal, meskipun nilai-nilai dan tujuan mereka sering kali bertentangan dengan norma-norma internasional, terutama dalam hal hak asasi manusia dan demokrasi.

Trump sering menunjukkan kebijakan proteksionis dan lebih cenderung menyendiri dalam hubungan internasional, sementara Putin lebih menekankan pada dominasi Rusia di kawasan Eropa Timur dan peran besar Rusia di dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved