Anggota Parlemen AS Ingin Trump Dimakzulkan karena Mau Caplok Gaza

Jum'at, 07 Februari 2025 - 18:01 WIB
loading...
Anggota Parlemen AS...
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Al Green. Foto/Houston Chronicle
A A A
WASHINGTON - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Al Green mengumumkan niatnya mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump atas usulannya "mengambil alih" Gaza dan memukimkan kembali warga Palestina.

Trump melontarkan gagasan tersebut pekan ini selama konferensi pers Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk membangun kembali apa yang disebutnya sebagai "lokasi pembongkaran" setelah konflik selama 15 bulan antara pasukan Israel (IDF) dan Hamas.

Dia menggambarkan visinya untuk mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah," yang menguraikan rencana bagi AS untuk membersihkan daerah tersebut, membangun kembali infrastruktur, dan menciptakan lapangan kerja dan perumahan.

Trump juga menegaskan kembali seruan sebelumnya agar warga Palestina dimukimkan kembali secara permanen di luar daerah kantong tersebut.

Netanyahu memuji usulan tersebut, menyebutnya "luar biasa," dengan alasan hal itu hanya memberi warga Gaza kebebasan untuk pergi jika mereka memilih.

Berbicara di gedung DPR pada hari Rabu, Green mengecam rencana Trump sebagai "perbuatan keji" yang setara dengan pembersihan etnis, "terutama jika itu berasal dari presiden Amerika Serikat, orang paling berkuasa di dunia."

Anggota kongres dari Texas itu juga mengkritik Netanyahu, dengan menyatakan perdana menteri Israel "harus malu, mengetahui sejarah rakyatnya, untuk berdiri di sana dan membiarkan hal-hal seperti itu dikatakan."

Usulan Trump telah memicu kemarahan global, dengan para pemimpin dunia dan kelompok-kelompok kemanusiaan memperingatkan konsekuensi yang mengerikan bagi stabilitas regional dan hak-hak Palestina.

Green melanjutkan dengan menyatakan, "Gerakan untuk memakzulkan presiden telah dimulai."

Dia bersumpah memperkenalkan pasal-pasal pemakzulan untuk "perbuatan keji yang diusulkan" dan "perbuatan keji yang dilakukan."

Green mencoba tiga kali untuk memakzulkan Trump selama masa jabatan pertama presiden AS itu. Semua upaya itu gagal.

Trump tetap dimakzulkan dua kali selama masa jabatan pertamanya oleh DPR yang dikuasai Demokrat, pertama pada tahun 2019 karena penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres atas tuduhan dia meminta bantuan Ukraina dalam pemilihan presiden tahun 2020, dan sekali lagi pada tahun 2021 karena menghasut kerusuhan Capitol pada tanggal 6 Januari setelah kalah dari Joe Biden.

Senat membebaskannya pada kedua kali.

"Saya pernah melakukannya sebelumnya. Saya meletakkan dasar untuk pemakzulan dan itu dilakukan," ujar Green pada hari Rabu (5/2/2025).

"Saya tahu bahwa sudah waktunya bagi kita untuk meletakkan dasar lagi," tegas anggota kongres tersebut.

Namun, menurut laporan Politico, dorongan pemakzulan baru Green tidak mungkin mendapatkan banyak dukungan.

Surat kabar itu diberitahu Anggota DPR Demokrat Nomor 3 Pete Aguilar bahwa pemakzulan bukanlah fokus langsung dari kaukusnya.

Beberapa media juga menunjukkan Green sebelumnya telah mendukung bantuan AS senilai miliaran dolar untuk Israel di era pemerintahan Joe Biden, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang keengganannya melakukan pemakzulan terhadap mantan presiden tersebut, yang telah menghadapi tuduhan luas karena memungkinkan terjadinya “genosida” Israel di Gaza.

Baca juga: Bisakah Perusahaan Investasi Jared Kushner Hubungkan Uang Teluk dengan Rencana Trump Caplok Gaza?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved