Panglima Militer Israel Ungkap Tentaranya yang Tewas dalam Perang Gaza Jauh Lebih Banyak
Kamis, 06 Februari 2025 - 09:09 WIB
loading...
Panglima Militer Israel yang baru diangkat, Mayor Jenderal Eyal Zamir, ungkap tentara Zionis yang tewas dan terluka dalam perang Gaza jauh lebih banyak dari laporan resmi. Foto/Anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Panglima Militer Israel yang baru diangkat, Mayor Jenderal Eyal Zamir, mengungkap bahwa tentara Zionis yang tewas dan terluka dalam perang di Gaza jauh lebih banyak dari laporan resmi yang dirilis ke publik.
Data resmi militer Israel menyatakan bahwa 844 perwira dan tentara Israel tewas di Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 dan sekitar 5.696 lainnya terluka.
Sekitar 1.200 warga Israel tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk sekitar 400 personel militer, menurut data resmi tersebut.
Baca Juga: Rencana Trump Caplok Gaza Bisa Picu Perang Besar di Timur Tengah
Namun Zamir mengatakan setidaknya ada 5.942 "keluarga yang berduka" yang terdaftar sejak 7 Oktober, dengan beberapa kemungkinan memiliki lebih dari satu anggota keluarga yang tewas dalam perang di Gaza.
Dia menambahkan bahwa ada lebih dari 15.000 tentara yang menderita cedera fisik dan mental dan telah diserap ke dalam sistem rehabilitasi.
Pakar Israel dari Al Jazeera, Azzam Abu Al-Adas, mengonfirmasi bahwa militer Zionis menggunakan frasa "keluarga yang berduka" untuk merujuk pada keluarga personel militer yang telah dipastikan tewas dalam perang dan tidak termasuk warga sipil.
Channel 12 Israel mengatakan Zamir menyerukan lebih banyak perawatan bagi keluarga dari mereka yang tewas dan terluka, dengan mengatakan: "Kita harus memastikan mereka menerima dukungan dan bantuan yang tepat."
Zamir ditunjuk sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahan Israel (IDF) oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza. Zamir akan mulai aktif sebagai Panglima Militer Israel pada Maret nanti.
Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Israel tidak melaporkan jumlah korban dalam perang di Gaza.
Pada bulan Desember 2023, Haartez melaporkan ada perbedaan besar antara jumlah tentara terluka yang dilaporkan oleh militer Israel dibandingkan dengan catatan rumah sakit.
Ditambahkannya, tentara Israel telah mengumumkan dari Oktober hingga Desember 2024 bahwa 1.593 tentara terluka, tetapi data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan jumlah sebenarnya sangat mengejutkan, yakni 10.548 personel.
"Bahkan dengan memperhitungkan berbagai kesenjangan pencatatan dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, perbedaannya cukup besar antara angka tentara dan angka rumah sakit," tulis Haaretz.
Pada Oktober 2024, Haaretz juga melaporkan bahwa sekitar 1.000 tentara yang terluka dirawat di pusat rehabilitasi setiap bulan, bersama dengan klaim cedera baru yang terkait dengan insiden masa lalu.
Laporan itu menyatakan bahwa divisi rehabilitasi memperkirakan bahwa pada tahun 2030, sekitar 100.000 tentara Israel akan digolongkan sebagai penyandang cacat, dan hampir setengahnya juga mengalami beberapa bentuk tantangan psikologis.
Terlepas dari angka-angka tersebut dan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas, Zamir menegaskan bahwa "2025 akan tetap menjadi tahun pertempuran".
"Kementerian Pertahanan harus terus berupaya meningkatkan kemampuan tempurnya, membangun kekuatan, dan mendukung kebutuhan IDF serta misi keamanan nasional," imbuh dia, yang dilansir The New Arab, Kamis (6/2/2025).
Dia mencatat bahwa tahun lalu, Kementerian Pertahanan Israel membeli senjata senilai 220 miliar shekel, yang setara dengan sekitar USD61,5 miliar, yang empat kali lipat dari jumlah tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza mengatakan minggu ini bahwa jumlah korban tewas terbaru dari perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 adalah 61.709 orang. Angka tersebut mencakup 17.881 anak-anak dan 214 bayi baru lahir.
Kepala kantor media pemerintah Gaza menambahkan jenazah 76 persen warga Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 telah ditemukan tetapi sekitar 14.222 diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Data resmi militer Israel menyatakan bahwa 844 perwira dan tentara Israel tewas di Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 dan sekitar 5.696 lainnya terluka.
Sekitar 1.200 warga Israel tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk sekitar 400 personel militer, menurut data resmi tersebut.
Baca Juga: Rencana Trump Caplok Gaza Bisa Picu Perang Besar di Timur Tengah
Namun Zamir mengatakan setidaknya ada 5.942 "keluarga yang berduka" yang terdaftar sejak 7 Oktober, dengan beberapa kemungkinan memiliki lebih dari satu anggota keluarga yang tewas dalam perang di Gaza.
Dia menambahkan bahwa ada lebih dari 15.000 tentara yang menderita cedera fisik dan mental dan telah diserap ke dalam sistem rehabilitasi.
Pakar Israel dari Al Jazeera, Azzam Abu Al-Adas, mengonfirmasi bahwa militer Zionis menggunakan frasa "keluarga yang berduka" untuk merujuk pada keluarga personel militer yang telah dipastikan tewas dalam perang dan tidak termasuk warga sipil.
Channel 12 Israel mengatakan Zamir menyerukan lebih banyak perawatan bagi keluarga dari mereka yang tewas dan terluka, dengan mengatakan: "Kita harus memastikan mereka menerima dukungan dan bantuan yang tepat."
Zamir ditunjuk sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahan Israel (IDF) oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza. Zamir akan mulai aktif sebagai Panglima Militer Israel pada Maret nanti.
Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Israel tidak melaporkan jumlah korban dalam perang di Gaza.
Pada bulan Desember 2023, Haartez melaporkan ada perbedaan besar antara jumlah tentara terluka yang dilaporkan oleh militer Israel dibandingkan dengan catatan rumah sakit.
Ditambahkannya, tentara Israel telah mengumumkan dari Oktober hingga Desember 2024 bahwa 1.593 tentara terluka, tetapi data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan jumlah sebenarnya sangat mengejutkan, yakni 10.548 personel.
"Bahkan dengan memperhitungkan berbagai kesenjangan pencatatan dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, perbedaannya cukup besar antara angka tentara dan angka rumah sakit," tulis Haaretz.
Pada Oktober 2024, Haaretz juga melaporkan bahwa sekitar 1.000 tentara yang terluka dirawat di pusat rehabilitasi setiap bulan, bersama dengan klaim cedera baru yang terkait dengan insiden masa lalu.
Laporan itu menyatakan bahwa divisi rehabilitasi memperkirakan bahwa pada tahun 2030, sekitar 100.000 tentara Israel akan digolongkan sebagai penyandang cacat, dan hampir setengahnya juga mengalami beberapa bentuk tantangan psikologis.
Terlepas dari angka-angka tersebut dan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas, Zamir menegaskan bahwa "2025 akan tetap menjadi tahun pertempuran".
"Kementerian Pertahanan harus terus berupaya meningkatkan kemampuan tempurnya, membangun kekuatan, dan mendukung kebutuhan IDF serta misi keamanan nasional," imbuh dia, yang dilansir The New Arab, Kamis (6/2/2025).
Dia mencatat bahwa tahun lalu, Kementerian Pertahanan Israel membeli senjata senilai 220 miliar shekel, yang setara dengan sekitar USD61,5 miliar, yang empat kali lipat dari jumlah tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza mengatakan minggu ini bahwa jumlah korban tewas terbaru dari perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 adalah 61.709 orang. Angka tersebut mencakup 17.881 anak-anak dan 214 bayi baru lahir.
Kepala kantor media pemerintah Gaza menambahkan jenazah 76 persen warga Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 telah ditemukan tetapi sekitar 14.222 diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan.
(mas)
Lihat Juga :