Bom Guncang Moskow Tewaskan Pemimpin Separatis Ukraina Pro-Rusia

Selasa, 04 Februari 2025 - 15:09 WIB
loading...
Bom Guncang Moskow Tewaskan...
Ledakan bom guncang kompleks perumahan di Moskow menewaskan pemimpin separatis Ukraina pro-Rusia. Foto/Moskva News Agency
A A A
MOSKOW - Sebuah ledakan bom mengguncang lobi kompleks perumahan di timur laut Moskow, Rusia, pada Senin dini hari. Ledakan tersebut menewaskan seorang pemimpin separatis Ukraina pro-Kremlin.

Armen Sarkisyan, pendiri Batalyon Arbat, tewas setelah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Komite Investigasi Rusia kemudian mengonfirmasi kematian pemimpin separatis Ukraina tersebut.

Menurut harian bisnis Kommersant, salah satu pengawal Sarkisyan juga tewas dalam ledakan itu. Lima orang terluka secara keseluruhan.

Baca Juga: Dahsyatnya Jet Tempur Su-30SM Rusia Tembak Jatuh Pesawat Su-27 Ukraina dalam Jarak 130 Km

Video yang dibagikan oleh pejabat penegak hukum setempat menunjukkan kerusakan parah di lobi kompleks perumahan Scarlet Sails di tepi Sungai Moskow.

Kantor berita TASS, mengutip pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa serangan bom itu "diperintahkan dan direncanakan dengan seksama", tetapi tidak menyebutkan siapa yang diduga berada di balik ledakan tersebut.

Para penyidik mengatakan mereka berada di lokasi ledakan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal. Kommersant mencatat bahwa penyelidikan itu dapat diklasifikasi ulang sebagai penyelidikan terorisme jika muncul bukti dugaan keterlibatan Ukraina.

Kommersant melaporkan bahwa Batalyon Arbat pimpinan Sarkisyan, yang bertempur di pihak Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, terdiri dari sekitar 500 orang, yang sebagian besar adalah etnis Armenia.

Menurut laporan media Rusia, Sarkisyan lahir di Armenia tetapi pindah ke kota Horlivka di Ukraina timur saat masih muda.

Selain memimpin unit paramiliter ilegal, media Rusia menggambarkan Sarkisyan sebagai kepala federasi tinju di wilayah Donetsk--wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina timur.

Ukraina mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Sarkisyan pada tahun 2014 atas kekerasan terhadap pengunjuk rasa pro-Uni Eropa.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menggambarkannya sebagai "otoritas kriminal" yang memiliki hubungan dengan mantan presiden Viktor Yanukovych, yang melarikan diri ke Rusia pada tahun 2014.

Pada bulan Desember, Kyiv mendaftarkan Sarkisyan sebagai tersangka dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terkait perekrutan milisi tahanan Rusia untuk perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved