Gaya Hidup Warga Auckland, Hidup Tidak Ngoyo tapi Banyak Duit

Senin, 03 Februari 2025 - 18:17 WIB
loading...
Gaya Hidup Warga Auckland,...
Gaya hidup warga Auckland sangat menarik karena hidup tidak ngoyo dan memiliki banyak uang. Foto/Gaib Maruto Sigit
A A A
AUCKLAND - Auckland – Istilah work – life balance atau ‘Keseimbangan’ kehidupan pribadi dengan pekerjaan, sepertinya benar-benar diterapkan warga negaraSelandia Baru di kota Auckland.

Mereka masuk pagi, petang sudah pulang. Bahkan bukan hanya itu pemahaman work – life balance diartikan sangat luas, selain kerja fleksibel juga kemampuan memilah urusan pekerjaan dan kehudupan pribadi serta kesenangan hidup. Dengan kata lain Hidup Asik tetap Produktif.

Meski tergolong kota modern dengan fasilitas canggih dihiasi gedung-gedung megah, dan pendapatan perkapita $54,018. Namun sangat jarang kita temui pekerja atau warga yang berlari-lari menuju kantor, desak-desakan naik bus atau train dan berjalan cepat menyebrang menuju gedung tertentu.

Pagi hari di kota Auckland, cukup tenang. Kantor-kantor, Kedai, Kafe, Pusat Belanja buka sekitar pukul 09.00 - 10.00. Bank di Auckland buka pukul 09.30 sedangkan kedai, kafe, toko-toko biasanya buka pukul 10.00. Di malam hari Auckland seperti kota tanpa penghuni, sepi karena gedung perkantoran, toko, kafe tutup antara pukul 15.00 sampai 17.00. Hanya beberapa resto yang buka hingga pukul 22.00 malam dan supermarket.

Informasi yang kami terima dari Fandi (40), salah seorang pekerja warga negara Indonesia di Auckland. Waktu jam kerja yang sebentar di Kota Auckland sesuai himbauan pemerintah setempat agar warganya lebih banyak waktu di rumah bersama keluarga.

“Soal keseimbangan hidup menjadi prioritas warga Auckland. Mereka tidak ngoyo tapi disiplin, semua pekerjaan atau tatap muka dengan perjanjian dan ditentukan waktu-waktu tertentu. Mereka kerja secukupnya tapi all done. Jangan heran kalau di jam kerja justru kafe-kafe penuh dan pas hari libur banyak yang tutup di Kawasan CBD,” ujarnya.

Auckland memang masuk sebagai salah satu kota dengan harga-harga termahal di dunia. Untuk makan siang paling murah sejenis kebab, bryani, kentang ayam saja kita bisa menghabiskan biaya NZ$15-20 atau setara 150 ribu rupiah. Beberapa barang lain juga relatif mahal. Namun hal itu tidak masalah buat warga Auckland karena rata-rata gaji mereka sangat tinggi.

Sebagai gambaran, sarjana fresh graduate rata-rata digaji sebesar NZ$61.000 atau setara 555 juta per tahun. Jumlah ini tergantung dengan profesi yang dijalani. Untuk bidang IT bisa bergaji 900 juta per tahun.

Rata-rata gaji ini pun disesuaikan dengan pengalaman kerja. Semakin pengalaman semakin besar gaji yang didapat. Akuntan juga menjadi salah satu pekerjaan dengan harga fantastis, gajinya antara NZ$65.00-120.000 per tahun. Bahkan seorang manajer menengah bergaji antara NZ$85.000-150.000 per tahun. Asik kan?

Baca Juga: Aksi Auckland Bela Palestina: Bubuhkan Cap Jempol dalam Daftar Korban Kekejaman Israel

Di pagi hari sebelum masuk kerja banyak pekerja di Auckland mampir ke kafe untuk membeli kopi take away atau ngopi di tempat. Mencari kafe di kota khususnya kawasan CBD layaknya mencari warung madura alias banyak. Bedanya kafe di Auckland dengan di Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya.

Di sini kafe ya kafe tempat untuk ngopi, ngemil, santai dan ngobrol. Hampir tidak ada colokan listrik untuk ngetik atau charge handphone. Warga atau mahasiswa yang ingin kerja atau ngerjain tugas biasanya di perpustakaan umum, kampus dan tempat lain.

Transportasi umum di Auckland termasuk yang cukup baik. Terintegrasi, serba digital dengan pelayanan prima. Namun pagi yang sibuk di Auckland hanya menyisakan kursi kosong di transpotasi umum. Karena rata-rata warga Auckland berangkat kerja dengan berjalan kaki, naik scooter atau mobil pribadi. Jalanan lengang dengan trotoar lebar membuat banyak pekerja, mahasiswa dan pekerja memilih berjalan kaki.

Mau tinggal di Auckland? Yuk, Haere mai ki Ākarana…
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
KJRI Kuching Kawal Pemulangan...
KJRI Kuching Kawal Pemulangan 2 Jenazah PMI dan Deportasi 151 WNI dalam Dua Hari
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
5 Negara Paling Work–Life...
5 Negara Paling Work–Life Balance di Dunia, Indonesia Bisa Mencontoh
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved