7 Negara Penjajah Terkejam di Dunia, Salah Satunya Israel
Senin, 03 Februari 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
•Di Ethiopia, Italia di bawah Benito Mussolini menggunakan senjata kimia dalam perang mereka terhadap penduduk Ethiopia, serta melakukan pembantaian terhadap warga sipil yang menentang penjajahan.
•Selama invasi Italia ke Ethiopia pada 1935-1936, lebih dari 300.000 orang Ethiopia terbunuh, sebagian besar adalah penduduk sipil.
Israel terbentuk pada abad ke-20 setelah berakhirnya penjajahan kolonialisme klasik. Negara ini diakui oleh PBB pada tahun 1948 setelah periode Mandat Inggris di Palestina, yang sebenarnya adalah hasil dari konflik geopolitik yang melibatkan banyak negara dan bangsa, termasuk pembentukan negara Israel dan pengakuan atas hak-hak rakyat Palestina.
Meski demikian, banyak pihak mengkritik kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki, terutama sejak Perang Enam Hari pada 1967 dan pembentukan permukiman Israel di Tepi Barat.
Negara-negara Arab dan organisasi internasional seperti PBB, menganggap kebijakan Israel sebagai bentuk penjajahan atau pendudukan ilegal, terutama terkait dengan wilayah yang diduduki dan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Namun, ada juga klaim bahwa tindakan Israel adalah "pendudukan" atau "agresi militer", bukan sebagai penjajahan dalam arti tradisional yang dilakukan oleh negara-negara kolonial seperti Belanda atau Inggris di masa lampau.
•Pembunuhan Massal
Serangan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat, baik yang berskala besar maupun kecil, sering kali mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak, termasuk di antara warga sipil Palestina. Selama operasi militer seperti Operasi Cast Lead (2008-2009), Operasi Protective Edge (2014), danOperasi Guardian of the Walls (2021), banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya dihancurkan. Warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sering menjadi korban serangan udara atau pengeboman yang dilakukan oleh Israel.
•Pelanggaran terhadap Kebebasan Bergerak
Israel telah membangun jaringan checkpoint (pos pemeriksaan) di sekitar Tepi Barat dan di sepanjang jalur Gaza yang membatasi kebebasan bergerak penduduk Palestina. Ini menyebabkan kesulitan besar bagi warga Palestina untuk bepergian, bekerja, atau mendapatkan akses ke pelayanan dasar seperti perawatan medis. Banyak pasien Palestina, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis darurat, terhambat aksesnya untuk pergi ke rumah sakit di luar Gaza atau Tepi Barat karena pembatasan di pos pemeriksaan Israel. Bahkan ada laporan tentang pasien yang meninggal di pos pemeriksaan karena terlambat mendapatkan perawatan.
•Penggusuran Paksa dan Pemusnahan Rumah
Israel telah mengusir ribuan keluarga Palestina dari rumah mereka di berbagai wilayah yang diduduki, terutama di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, untuk membangun pemukiman Israel atau infrastruktur lainnya. Penggusuran paksa ini sering disertai dengan penghancuran rumah dan tempat tinggal yang dimiliki oleh keluarga Palestina.
Di Yerusalem Timur, ribuan keluarga Palestina diancam dengan penggusuran paksa untuk memberi tempat bagi pemukiman Israel. Sebagai contoh, pada tahun 2021, rencana penggusuran di daerah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur memicu protes besar-besaran, yang akhirnya berkembang menjadi kekerasan.
•Selama invasi Italia ke Ethiopia pada 1935-1936, lebih dari 300.000 orang Ethiopia terbunuh, sebagian besar adalah penduduk sipil.
7. Israel
Israel terbentuk pada abad ke-20 setelah berakhirnya penjajahan kolonialisme klasik. Negara ini diakui oleh PBB pada tahun 1948 setelah periode Mandat Inggris di Palestina, yang sebenarnya adalah hasil dari konflik geopolitik yang melibatkan banyak negara dan bangsa, termasuk pembentukan negara Israel dan pengakuan atas hak-hak rakyat Palestina.
Meski demikian, banyak pihak mengkritik kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki, terutama sejak Perang Enam Hari pada 1967 dan pembentukan permukiman Israel di Tepi Barat.
Negara-negara Arab dan organisasi internasional seperti PBB, menganggap kebijakan Israel sebagai bentuk penjajahan atau pendudukan ilegal, terutama terkait dengan wilayah yang diduduki dan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Namun, ada juga klaim bahwa tindakan Israel adalah "pendudukan" atau "agresi militer", bukan sebagai penjajahan dalam arti tradisional yang dilakukan oleh negara-negara kolonial seperti Belanda atau Inggris di masa lampau.
Contoh Kasus Kejam
•Pembunuhan Massal
Serangan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat, baik yang berskala besar maupun kecil, sering kali mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak, termasuk di antara warga sipil Palestina. Selama operasi militer seperti Operasi Cast Lead (2008-2009), Operasi Protective Edge (2014), danOperasi Guardian of the Walls (2021), banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya dihancurkan. Warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sering menjadi korban serangan udara atau pengeboman yang dilakukan oleh Israel.
•Pelanggaran terhadap Kebebasan Bergerak
Israel telah membangun jaringan checkpoint (pos pemeriksaan) di sekitar Tepi Barat dan di sepanjang jalur Gaza yang membatasi kebebasan bergerak penduduk Palestina. Ini menyebabkan kesulitan besar bagi warga Palestina untuk bepergian, bekerja, atau mendapatkan akses ke pelayanan dasar seperti perawatan medis. Banyak pasien Palestina, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis darurat, terhambat aksesnya untuk pergi ke rumah sakit di luar Gaza atau Tepi Barat karena pembatasan di pos pemeriksaan Israel. Bahkan ada laporan tentang pasien yang meninggal di pos pemeriksaan karena terlambat mendapatkan perawatan.
•Penggusuran Paksa dan Pemusnahan Rumah
Israel telah mengusir ribuan keluarga Palestina dari rumah mereka di berbagai wilayah yang diduduki, terutama di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, untuk membangun pemukiman Israel atau infrastruktur lainnya. Penggusuran paksa ini sering disertai dengan penghancuran rumah dan tempat tinggal yang dimiliki oleh keluarga Palestina.
Di Yerusalem Timur, ribuan keluarga Palestina diancam dengan penggusuran paksa untuk memberi tempat bagi pemukiman Israel. Sebagai contoh, pada tahun 2021, rencana penggusuran di daerah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur memicu protes besar-besaran, yang akhirnya berkembang menjadi kekerasan.
(mas)
Lihat Juga :