Zelensky Sebut Aliansi Nuklir Rusia, Iran, dan Korut Sangat Berbahaya bagi AS
Senin, 03 Februari 2025 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia menekankan bahwa ketiga negara tersebut telah memperdalam kerja sama militer mereka, yang secara efektif menggabungkan industri pertahanan mereka untuk meningkatkan produksi senjata.
"Ketiga negara ini, selain sebagai negara berkekuatan nuklir, adalah negara yang sangat eskalatif, dan mereka tentu saja tidak peduli dengan perdamaian. Mereka sekarang bersatu, mereka adalah mitra strategis. Mereka secara efektif telah menggabungkan industri pertahanan mereka, dan mereka akan terus memperluas dan meningkatkan produksi senjata," imbuh Zelensky.
Pemimpin Ukraina ini juga menyuarakan kekhawatiran tentang pasukan Korea Utara yang ditempatkan di wilayah Kursk Rusia, dengan mengatakan bahwa mereka memperoleh pengalaman tempur yang dapat digunakan dalam konflik di masa mendatang di tempat lain.
"Ini sedang terjadi sekarang, dan sangat berbahaya bagi Amerika Serikat dan banyak negara di kawasan itu," katanya.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pasukan Korea Utara di wilayah Kursk telah menjalani rotasi karena banyaknya korban. Namun, Pasukan Operasi Khusus Ukraina baru-baru ini melaporkan bahwa tidak ada kehadiran Korea Utara yang terdeteksi di wilayah tersebut selama sekitar tiga minggu.
"Ketiga negara ini, selain sebagai negara berkekuatan nuklir, adalah negara yang sangat eskalatif, dan mereka tentu saja tidak peduli dengan perdamaian. Mereka sekarang bersatu, mereka adalah mitra strategis. Mereka secara efektif telah menggabungkan industri pertahanan mereka, dan mereka akan terus memperluas dan meningkatkan produksi senjata," imbuh Zelensky.
Pemimpin Ukraina ini juga menyuarakan kekhawatiran tentang pasukan Korea Utara yang ditempatkan di wilayah Kursk Rusia, dengan mengatakan bahwa mereka memperoleh pengalaman tempur yang dapat digunakan dalam konflik di masa mendatang di tempat lain.
"Ini sedang terjadi sekarang, dan sangat berbahaya bagi Amerika Serikat dan banyak negara di kawasan itu," katanya.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pasukan Korea Utara di wilayah Kursk telah menjalani rotasi karena banyaknya korban. Namun, Pasukan Operasi Khusus Ukraina baru-baru ini melaporkan bahwa tidak ada kehadiran Korea Utara yang terdeteksi di wilayah tersebut selama sekitar tiga minggu.
(mas)
Lihat Juga :