Analis Militer Israel Ungkap 4 Alasan Israel Tidak Raih Kemenangan Total dalam Perang Gaza

Minggu, 02 Februari 2025 - 14:40 WIB
loading...
Analis Militer Israel...
Israel sudah kalah dalam perang melawan Hamas. Foto/X
A A A
GAZA - Analis militer Israel , Amos Harel, telah menepis "kemenangan total" bagi Tel Aviv dalam perang Gaza.

Itu menunjukkan aoa dipromosikan oleh para pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertentangan dengan kenyataan di lapangan.

Harel, seorang analis urusan militer untuk surat kabar Israel, Haaretz, dalam tulisannya yang diterbitkan pada hari Jumat, menyatakan, "Seseorang harus menjadi pengikut buta yang telah menyingkirkan semua sisa keraguan dan kritik untuk percaya bahwa Israel benar-benar mengalahkan Hamas."

"Organisasi tersebut mengalami pukulan militer yang luar biasa, tetapi mereka tentu tidak menyerah," katanya. Dia menambahkan bahwa "itu tidak konsisten dengan pernyataan Netanyahu tentang tujuan perang, atau dengan janji-janjinya dalam perjalanannya."

Analis Militer Israel Ungkap 4 Alasan Israel Tidak Raih Kemenangan Total dalam Perang Gaza

1. Upaya Mediasi AS

Harel juga menyinggung peran AS di kawasan tersebut, dengan menyoroti bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong implementasi penuh gencatan senjata multi-fase dan perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Ini kontras dengan preferensi Netanyahu untuk hanya berfokus pada fase awal.

Gencatan senjata, yang dimulai pada 19 Januari, akan berlangsung selama 42 hari pada tahap pertamanya, dengan negosiasi yang sedang berlangsung untuk fase-fase berikutnya di bawah mediasi Mesir, Qatar, dan AS.

2. Israel Didikte oleh AS

Menurut Harel, “Kunjungan Steve Witkoff, Utusan Khusus Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, ke wilayah tersebut membuktikan suasana hati pemerintahan.

“Washington memandang fase pertama kesepakatan sebagai titik transisi yang diperlukan menuju fase kedua, yang dengan sendirinya merupakan persiapan untuk kesepakatan yang lebih besar: kontrak besar AS-Saudi yang disertai dengan normalisasi antara Riyadh dan Tel Aviv.”

Ia menambahkan bahwa “Witkoff berada di sini untuk memastikan bahwa Israel terus berada di jalur yang ditetapkan oleh Trump”, dengan rincian utama yang diharapkan akan dibahas minggu depan dalam pertemuan antara Trump dan Netanyahu di Washington. Pertemuan ini, menurut Harel, memiliki bobot yang signifikan.

Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri

3. Mengusir Warga Gaza Adalah Hal Mustahil

Harel juga menanggapi usulan kontroversial Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke negara-negara tetangga, menyoroti kesulitan praktis dalam mengimplementasikan usulan tersebut.

Gagasan tersebut sebagian ditujukan untuk mempertahankan koalisi Netanyahu dengan sayap kanan. Namun, ia mencatat bahwa peluang untuk melaksanakan rencana semacam itu sangat kecil.

“Daya tawar Washington di Timur Tengah terkait emigrasi tidak sebanding dengan apa yang dapat dicapainya dengan negara-negara tetangganya di Amerika Latin,” kata analis tersebut.

4. Israel Kalah dalam Strategi Dagang Ala Trump

“Trump tampaknya memandang Gaza seperti pengusaha real estate seperti dulu. Untuk merelokasi daerah yang hancur, diperlukan proyek pembangunan evakuasi,” jelasnya.

Harel menunjukkan bahwa, meskipun usulan-usulan ini sejalan dengan aspirasi lama sayap kanan Israel untuk menyingkirkan warga Palestina dari persamaan, usulan-usulan tersebut kemungkinan akan menghadapi perlawanan keras.

“Rencana semacam itu pasti akan menghadapi tentangan Palestina, yang didukung oleh negara-negara Arab. Saat ini, sulit membayangkan pemimpin Arab mana pun mendukung rencana relokasi Trump untuk Gaza,” pungkasnya.

Pada tanggal 25 Januari, Trump secara terbuka mengusulkan untuk merelokasi penduduk Palestina di Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania. Sarannya telah ditolak secara luas oleh beberapa negara, termasuk Yordania, Irak, Prancis, Jerman, Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan PBB.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved