Trump Klaim Putin Dukung Gagasan Pengurangan Stok Senjata Nuklir AS dan Rusia
Jum'at, 24 Januari 2025 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Trump juga menunjuk pada biaya untuk mempertahankan persenjataan nuklir Amerika sebagai faktor pendorong di balik gagasan untuk membatasi jumlah senjata yang digunakan.
“Jumlah uang yang sangat besar dihabiskan untuk nuklir, dan kemampuan destruktifnya adalah sesuatu yang bahkan tidak ingin kami bicarakan,” katanya.
Pada Mei 2019, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan Putin telah membahas kemungkinan perjanjian baru yang membatasi senjata nuklir yang pada akhirnya dapat mencakup China, dalam apa yang akan menjadi kesepakatan besar antara tiga kekuatan atom teratas dunia.
Pertemuan itu diadakan karena perjanjian New START—satu-satunya pakta pengendalian senjata antara Moskow dan Washington yang mengharuskan mereka memangkas hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan ke level terendah dalam beberapa dekade—akan berakhir pada Februari 2021.
Perjanjian itu diperpanjang selama lima tahun hingga berakhir pada tahun 2026.
Namun, Rusia secara resmi menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian itu pada tahun 2023 karena dukungan militer Washington kepada Ukraina. Moskow kemudian mengatakan akan terus mematuhi batasan yang ditetapkan dalam perjanjian itu.
“Jumlah uang yang sangat besar dihabiskan untuk nuklir, dan kemampuan destruktifnya adalah sesuatu yang bahkan tidak ingin kami bicarakan,” katanya.
Pada Mei 2019, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan Putin telah membahas kemungkinan perjanjian baru yang membatasi senjata nuklir yang pada akhirnya dapat mencakup China, dalam apa yang akan menjadi kesepakatan besar antara tiga kekuatan atom teratas dunia.
Pertemuan itu diadakan karena perjanjian New START—satu-satunya pakta pengendalian senjata antara Moskow dan Washington yang mengharuskan mereka memangkas hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan ke level terendah dalam beberapa dekade—akan berakhir pada Februari 2021.
Perjanjian itu diperpanjang selama lima tahun hingga berakhir pada tahun 2026.
Namun, Rusia secara resmi menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian itu pada tahun 2023 karena dukungan militer Washington kepada Ukraina. Moskow kemudian mengatakan akan terus mematuhi batasan yang ditetapkan dalam perjanjian itu.
Lihat Juga :