Israel Akui Derita Kerugian Rp1.097 Triliun Akibat Perang Gaza

Sabtu, 18 Januari 2025 - 19:28 WIB
loading...
Israel Akui Derita Kerugian...
Israel mengakui menderita kerugian yang sangat besar akibat perang Gaza. Foto/X
A A A
GAZA - Israel telah menderita kerugian sebesar USD67 miliar atau Rp1.097 triliun sebagai akibat dari perang genosida di Gaza.

Kerugian ini termasuk kerugian militer langsung sebesar USD34 miliar dan kerugian anggaran umum sebesar USD40 miliar, yang merupakan kerugian terbesar dalam sejarah pendudukan.

Sekitar 60.000 perusahaan juga tutup selama setahun terakhir, 50 persen lebih banyak dibandingkan tahun 2023, sementara jumlah wisatawan menurun hingga 70 persen, menyebabkan kerugian melebihi USD5 miliar bagi sektor pariwisata. Selain itu, sektor konstruksi merugi USD4 miliar, dan lebih dari 70 perusahaan di sektor ini tutup.

Data menunjukkan bahwa sepertiga penduduk pendudukan Israel hidup di bawah garis kemiskinan, sementara seperempat penduduk menderita kerawanan pangan.

Pengungkapan angka-angka ini terjadi beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata dicapai dengan Gaza.

Melansir Middle East Monitor, Kementerian Keuangan Israel mengumumkan bahwa pendudukan telah mengalami kerugian finansial sebesar sekitar 125 miliar shekel (setara dengan $34,09 miliar) sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pendudukan Israel mencatat defisit anggaran sebesar 19,2 miliar shekel ($5,2 miliar) selama bulan Desember, sebagai akibat dari peningkatan biaya yang terkait dengan pembiayaan perang di Gaza dan Lebanon.

Perlu dicatat bahwa angka-angka ini mewakili biaya langsung perang, tanpa memperhitungkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan dalam pendudukan Israel.

Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza Akan Dimulai pada Minggu Jam 08:30

Dalam konteks ini, surat kabar ekonomi Israel Calcalist menyatakan bahwa total biaya perang di Jalur Gaza mungkin telah mencapai sekitar 250 miliar shekel ($67,57 miliar) pada akhir tahun 2024.

Surat kabar tersebut mendasarkan estimasinya pada data dari Bank Israel, dengan mencatat bahwa jumlah ini mencakup "biaya keamanan langsung, pengeluaran sipil yang besar, selain kerugian pendapatan," dan menekankan bahwa angka-angka ini tidak mencakup semua aspek keuangan yang terkait dengan perang.

Cacalist mengatakan hal ini mencerminkan kegagalan dalam mengelola perang di Jalur Gaza, yang membutuhkan "peningkatan signifikan dalam anggaran Kementerian Pertahanan Israel selama dekade berikutnya."

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa anggaran masa depan ini akan mencakup pembelian lebih banyak pesawat, helikopter, dan pengangkut personel lapis baja, selain sejumlah besar senjata dan amunisi, dan investasi dalam elemen manusia, yaitu prajurit Israel sendiri.

Surat kabar itu mengatakan bahwa “kegagalan tentara Israel dalam perang di Gaza tidak hanya terbatas pada kerugian finansial saja, tetapi juga mencakup kerugian manusia yang besar, dengan jumlah korban tewas dan luka yang terus meningkat, di samping penderitaan keluarga dan kerabat korban luka, yang mengalami dampak psikologis dan mental akibat perang ini.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved