Mengapa AS Gagal Beli Waterbomber Terbaik di Dunia dari Rusia untuk Atasi Kebakaran Los Angeles?

Sabtu, 18 Januari 2025 - 10:58 WIB
loading...
Mengapa AS Gagal Beli...
Waterbomber terbaik di dunia, Beriev Be-200 milik Rusia pernah membantu memadamkan kebakaran di Indonesia. Foto/sputnik
A A A
WASHINGTON - Dari pemotongan anggaran hingga memberikan "peralatan surplus" yang sangat dibutuhkan ke Ukraina, kebakaran yang menghancurkan sebagian besar wilayah Los Angeles berubah menjadi bencana yang tidak dapat dielakkan senilai USD250 miliar. Namun, hal itu tidak seharusnya terjadi.

Pekan ini, media bisnis Rusia mengungkapkan antara tahun 2017-2019, Rusia dan Amerika Serikat (AS) secara aktif menegosiasikan kontrak penjualan hingga sepuluh waterbomber Beriev Be-200 milik Rusia yang kuat ke Seaplane Global Air Services di California.

Pesawat Rusia itu sudah lama diterbangkan operator layanan darurat dari Bandara Umum Santa Maria, hanya 200 km di barat laut salah satu episentrum kebakaran di Los Angeles.

Beriev Be-200 memiliki reputasi kelas dunia dalam memerangi kebakaran hutan dari Italia dan Indonesia hingga Portugal, Yunani, Israel, Turki, dan tentu saja Rusia sendiri.

Pesawat itu dapat membawa 12 ton air atau bahan tahan api, menukik ke waduk, danau, atau lautan untuk mengisi bahan bakar dalam waktu 14 detik.

Terbang dengan kecepatan hingga 700 km/jam dan memiliki jangkauan 2.100 km (jangkauan feri 3.300 km), Be-200 yang memadamkan kebakaran di Los Angeles akan mampu melakukan beberapa serangan mendadak, menjatuhkan lebih dari 50 ton air sebelum perlu mengisi bahan bakar.

Apa yang Terjadi?


Beriev dilaporkan siap menjual Be-200 dengan turbofan PowerJet SaM146 Rusia, tetapi pihak AS bersikeras pada D-436TP, mesin yang diproduksi Motor Sich Ukraina.

Pada tahun 2020, Administrasi Penerbangan Federal AS bersikeras pada sertifikasi terpisah untuk pesawat dan mesinnya.

Motor Sich menolak, setelah melarang pengiriman mesin ke Rusia, sehingga kontrak tersebut dibatalkan.

Rostec, perusahaan induk Beriev, mengonfirmasi pada hari Jumat (17/1/2025) bahwa kesepakatan penjualan Be-200 telah disiapkan, dengan kesepuluh pesawat tersebut akan diserahkan pada akhir tahun 2024.

"Ini adalah salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana politik dapat merusak akal sehat," ujar pernyataan Rostec.

"Kontrak itu terganggu karena Amerika melakukan segala cara untuk membuat prosedur persetujuan mesin dan rangka pesawat untuk beroperasi di Amerika Serikat menjadi mustahil," papar perusahaan itu.

"Mungkin kehadiran pesawat kami...akan mengurangi kerusakan akibat bencana alam di California. Namun intrik telah melakukan tugasnya. Hasilnya adalah ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan kerugian miliaran dolar. Kami bersimpati dengan orang-orang biasa yang telah menjadi sandera permainan politik otoritas mereka," pungkas perusahaan itu.

Baca juga: Hamas Siap Bebaskan Tawanan Pertama Berdasar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
3 Alasan Rusia Kini...
3 Alasan Rusia Kini Didukung AS untuk Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved